Asuransi? Untuk Apa? *)

Adakah jaminan seseorang itu tidak akan pernah sakit? Mungkinkah seseorang atau keluarga yang sedang sakit akan mengalami  kesulitan membayar pengobatan? Atau, adakah orang yang sangat kaya bahkan kaya raya mengalami bangkrut karena sakit? Untuk ketiga pertanyaan tersebut, saya yakin kita sepakat, semua orang pasti pernah sakit, mungkin karena pola hidup, pola tidur, pola makan atau terjadi secara alamiah. Selanjutnya, banyak orang kesulitan membayar pengobatan karena biaya begitu mahal. Dan, faktanya di masyarakat, ada orang yang bangrut karena sakit. Kehilangan mata pencaharian, menguras tabungan dan deposito sampai ludes, menjual aset satu persatu dengan cepat dan murah, bahkan meminta bantuan dan meminjam uang yang kepada sanak saudara, rekan kerja, bahkan orang disekitarnya, atau mungkin sampai membebani hidup orang lain.

Kalau sebatas penyakit ringan, seperti sakit kepala, flu, demam, batuk, dan lain sebagainya, tidak terlalu masalah, cukup dengan membeli obat di warung atau apotik, penyakit sudah sembuh dalam hitungan jam dan hari. Tetapi permasalahananya, ada penyakit kritis yang membutuhkan biaya pengobatan begitu besar karena harus bolak-balik ke luar negeri, pengobatan yang dilakukan rutin, dan bahkan ada pengobatan yang berlangsung begitu lama, bukan hanya tahunan, bahkan hampir seumur hidup. Sehingga tidak sedikit orang yang kaya raya pun, tidak sanggup membayar pengobatannya, bahkan mengalami kebangkrutan seperti yang diutarakan sebelumnya.

Setiap orang tidak berharap sakit, tapi seandainya benar-benar terjadi, bisa dibayangkan, ketika orang yang sedang sakit tersebut adalah satu-satunya tulang punggung keluarga, yang harus menghidupi anggota keluarganya, sementara mereka habis-habisan utuk biaya pengobatan karena tidak ada asuransi kesehatan. Dengan kondisi ini, bagaimana harus memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk makan dan minum? bagaimana membayar SPP anak yang harus segera dibayarkan? serta bagaimana menutupi biaya-biaya kewajiban lainnya yang telah jatuh tempo? tentu menjadi masalah besar, bahkan bisa menimbulkan masalah baru. Kehidupan akhirnya terbalik, seharusnya menjadi tumpuan orang-orang yang dicintainya, tapi akhirnya menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga yang mencintainya.

Orang bijak selalu berkata, “Sedia payung sebelum hujan”. Sayangnya, tidak semua orang bijak. Banyak orang baru sadar ketika hujan telah turun, baru sadar kalau dia tidak punya payung, alhasil basah kuyup tak terhindarkan. Padahal pengalaman adalah guru yang baik, yang telah mengajari kita bahwa setelah kemarau pasti akan ada hujan. Demikian halnya dengan hidup. Ada waktu sehat, adapula waktu sakit. Ketika masih sehat, mari memikirkan dan mempersiapkan asuransi sebagai payung dengan sebaik mungkin. Jangan biarkan dirimu berpikir tentang pentingnya asuransi setelah sakit-sakitan. Terlambat sudah!

Sebenarnya apakah asuransi tersebut? Kalau lihat Kamus Bahasa Bahasa Indonesia (KBBI), asuransi adalah pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yg satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yg lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yg menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yg dibuat). Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perjanjian antara penanggung dan tertanggung, yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tidak terduga (insurance). (sumber: http://www.ojk.go.id/pedia )

Dari kedua defenisi tersebut, saya simpulkan bahwa asuransi merupakan perjanjian antara pemberi jaminan (penanggung) dengan pembayar iuran (tertanggung) tentang pengalihan resiko yang dialami tertanggung. Tentunya, setiap manusia di muka bumi ini, tanpa terkecuali, memungkinan menghadapi resiko tersebut, salah satu resiko yang dimaksud adalah sakit yang membutuhkan biaya dan penanganan yang serius. Kalau demikian, menurut hemat saya, berarti permasalahan bukan lagi penting atau tidaknya memiliki asuransi. Tetapi, Lembaga asuransi mana yang saya percaya untuk membantu mengalihkan resiko yang saya hadapi ketika sakit tersebut muncul? Alangkah lebih banyak bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman dalam berasuransi, lebih banyak belajar dari berbagai media informasi tentang asuransi, serta pertimbangkan dengan baik karena asuransi merupakan kebutuhan jangka panjang bukan kebutuhan sehari atau sebulan saja.

Sekali lagi, sadarilah, berasuransi itu penting. Berasuransilah selagi sehat, karena setelah sakit-sakitan akan sulit mencari lembaga asuransi yang menerima anda menjadi nasabahnya. Berasuransilah sedini mungkin, karena dengan bertambah umur maka biaya asuransi akan semakin mahal. Dengan berasuransi maka anda sedang menyelamatkan masa depan, dan tidak akan membuat anda bangkrut. Seperti pesan singkat yang pernah dikirim seorang teman di BlackBerry (BB) saya. “Tak ada orang bangkrut karena asuransi tetapi banyak orang bangkrut karena tidak memiliki asuransi”. Jadi sadar berasuransi, artinya sadar kalau masa depan itu perlu di jaga dari sekarang. Selamat berasuransi!

Sumber : http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20150127/391/395610/asuransi-untuk-apa

*) Tulisan ini masuk nominasi 50 besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s