Presidenku, Harapanku! *)

Bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar dan disegani di dunia, ketika kita berhasil meraih cita-cita bangsa kita, yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Di samping itu, kita juga bisa mencapai tujuan negara kita, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Cita-cita dan tujuan negara tersebut, bukan hal yang mustahil untuk kita capai. Ketika para pendiri bangsa menetapkan itu diawal kemerdekaan sebagai cita-cita dan tujuan negara kita, mereka tentu telah mempertimbangkan dan merumuskannya dengan matang, serta membuat indikator yang masuk akal dan terukur sehingga memungkinkan untuk diraih. Permasalahannya, bagaimana kita bisa meraihnya?
Peran seorang pemimpin tentu merupakan satu alat yang bisa merencanakan, mendorong dan menghantarkan kita pada cita-cita dan tujuan negara tersebut. Berdasarkan UUD 1945 pasal 4 ayat 1 UUD 1945, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Artinya, lembaga kepresidenan adalah lembaga yang berperan penting dan menentukan dalam pencapaian cita-cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hingga saat ini, bangsa kita sudah memiliki enam presiden, mulai dari awal kemerdekaan, orde lama, orde baru hingga era reformasi, di antaranya Ir.Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka adalah pemimpin (presiden) yang memegang amanah untuk merealisasikan cita-cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keyakinan saya, bahwa mereka telah mengerjakan yang terbaik di zamannya, telah mencurahkan hati dan pikirannya dengan tulus. Keyakinan saya juga hal-hal yang sudah berhasil mereka capai, tetapi tentunya ada pula yang belum berhasil mereka wujudkan.

Untuk lebih jelas, kita bisa melihat pencapaian tersebut melalui pembangunan yang ada. Baik pembangunan fisik maupun mental dan spritual masyarakatnya. Apakah dalam pembangunan tersebut sudah menerapkan Pembangunan Nasional Indonesia yang didasarkan atas asas manfaat,  usaha bersama dan kekeluargaan, demokrasi, adil dan merata,  perikehidupan dalam keseimbangan,  kesadaran hukum, dan  kepercayaan pada diri sendiri. Semua kita bisa menilai dan membandingkan setiap masa pemerintahan. Di samping itu apakah masyarakat sudah merasa terlindungi hak-haknya sebagai warga negara, menikmati kesejahteraan dalam hidupnya serta memperoleh pendidikan yang layak untuk mencerdaskan hidup mereka.
Sebentar lagi kesinambungan pemerintahan dari presiden yang keenam akan dilaksanakan melalui pesta rakyat, pemilihan umum dan pemilihan presiden. Bangsa kita sedang disibukkan dengan pemilu legislatif, sebagai sarana pemilihan wakil rakyat yang sekaligus penentu partai pengusung calon presiden dan calon presiden yang mereka ajukan.  Disisi lain, banyak yang telah mencalonkan diri sebagai calon presiden atau melobi tokoh-tokoh nasional untuk menjadi calon presiden partai tertentu.

Bagi saya, siapapun yang menjadi presiden kelak, semoga presiden yang benar-benar mencintai rakyat serta pro kepada kepentingan rakyat. Presiden yang mampu menggerakkan rakyat untuk bisa mandiri, sehingga rakyat bisa menikmati kesejahteraan. Presiden yang mampu mencerdaskan rakyat melalui pendidikan berkualitas. Presiden yang mampu melindungi rakyat, sehingga rakyat merasa aman tinggal di negeri ini. Presiden yang bersikap adil terhadap semua lapisan masyarakat, yang mengahargai keberagaman dan tidak berpihak kepada satu golongan saja. Presiden yang tidak membiarkan diskriminasi berkembang di negeri ini sehingga sebagian rakyat tidak merasa teraniaya.

Presiden yang menjunjung empat pilar kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara, dengan menjadikannya sebagai pedoman, menghayati nilai-nilai di dalamnya serta menerapkan sila-sila Pancasila yang begitu luhur dan bermakna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Undang Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional dan sumber hukum tertinggi di negeri ini. Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan keragaman dan perbedaan. Serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai tetap dijaga dan dipelihara kedaulatannya.

Di samping itu, seorang presiden memiliki jiwa nasionalis, rela berkorban, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari segala-galanya, serta menjaga harkat dan martabat bangsa dan negara dari intervensi dan gangguan atas kedaulatan bangsa. Sehingga kita tidak menjadi bangsa yang diremehkan dan dihina bangsa lain. Dengan sikap dan tindakan yang demikian, maka saya akan berani mengatakan bahwa Presidenku, Harapanku!

Sumber :  http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/372/215514/presidenku-harapanku

piagam

*) Tulisan ini masuk 10 besar, sebagai Peserta Favorite pada Writing Contest Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s