“Safety First” Pangkal Selamat

#SafetyFirst Kompetisi Cerpen Nulisbuku
Sumber : nulisbuku.com

Wah….Jakarta tidak seindah yang saya saksikan di televisi. Waktu itu saya masih di daerah. Jakarta dalam benakku adalah kota yang luar biasa, tata kotanya rapi, penduduknya sejahtera, disiplin warganya tinggi. Ekspektasi saya dengan Jakarta pada waktu itu lumayan tinggi.

November 2002 adalah keputusan saya untuk berkarya di Jakarta. Pengalaman pertama bagi saya langsung berhadapan dengan jalan raya. Ketika itu saya harus naik kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priuk menuju tempat tinggal baruku yang akan kutempati. Ini pengalaman pertamaku di Jakarta, melihat jalan raya yang sembraut, tidak disiplin. Ekspektasi awal mulai turun perlahan. Tapi harus tetap semangat, ini adalah pilihanku.

Memang Jakarta dikenal sebagai kota yang padat kendaraannya. Terutama sepeda motornya. Dengan demikian, ya dipastikan kalau permasalahan lalu lintas jalan rayanya pasti tidak bisa dihindari. Apalagi jika pengendara kendaraan bermotor tidak memiliki kesadaran yang tinggi, maka akan banyak masalah yang akan ditimbulkan, seperti kemacetan yang menjengkelkan, peraturan lalu lintas yang dilanggar dengan seenaknya, ya…dapat dipastikan tingkat kecelakaanpun semakin meningkat.

Ketika baru tiba di Jakarta, dalam hal jalan raya, saya banyak dapat petuah dari para sesepuh. Teman-teman yang lebih dulu merantau ke kota ini. Pesan tentang kehidupan jalan raya mungkin meraka anggap penting bagiku. Karena saya juga akan seperti mereka akan menghabiskan waktu sebagian besar di jalan raya, keliling kesana kemari untuk mencari pekerjaan.

Satu pesan yang penting yang tidak pernah saya lupakan, kira-kira begini “Kalau di Jakarta itu, perlu ekstra berhati-hati di jalan raya, terutama saat mengendarai sepeda motor ya! Utamakan keselamatan, ikuti aturan di jalan raya. Ingat, faktor yang menimbulkan kecelakaan itu, bukan hanya karena kesalahan kita sendiri loh! Bisa juga diakibatkan oleh faktor kelalaian orang lain” mereka bilang itu hukum menabrak atau ditabarak.

Awalnya sih, saya tidak terlalu memperhatikan pesan tersebut. Tetapi pengalamanlah yang mengajari dan menyadarkan saya bahwa kenyataannya kecelakaan sepeda motor ternyata bisa saja ditimbulkan oleh kelalaian pihak lain. Berdasarkan pengalaman saya selama di Jakarta, saya termasuk yang ekstra hati-hati dalam mengendarai sepeda motor. Tidak suka melanggar peraturan, terbukti tidak pernah ditilang selama puluhan tahun naik sepeda motor disekitar Jabodetabek.

Tapi suatu saat, saya baru menyadari pesan yang pernah disampaikan teman ketika baru tiba di Jakarta, saya teringat dan selalu terngiang ditelinga kembali, ketika sepeda motor yang bawa mengalami kecelakaan. Bukan karena kesalahan saya, tapi karena kelalaian orang lain. Setidaknya selama berkendara di Jabodetabek saya sudah pernah mengalami kecelakaan sepeda bermotor sebanyak dua kali.

Kecelakaan pertama saya, kira-kira terjadi setelah setahun saya tinggal di Jakarta. Kecelakaan tersebut terjadi di sekitar perempatan UKI Jakarta Timur. Kalau saya mengenang peristiwa tersebut, saya masih merinding. Peristiwa pertama ini terjadi ketika lampu hijau sudah menyala, saya mulai bergerak melaju dengan kecepatan biasa saja, tetapi dari arah yang berlainan tiba-tiba seorang ibu berlari tanpa memperhatikan bahwa jalur diseberang lain bahwa lampu hijau telah nyala, dalam keadaan panik, motor saya tidak bisa saya kendalikan lagi, rem motor saya sepertinya tidak berarti lagi karena motor saya sangat dekat dengan posisi ibu tersebut.

Singkat cerita, motor saya menyenggol ibu tersebut, motor saya terseret lebih kurang lebih tiga meter, sementara saya sudah terkapar di jalanan. Orang sudah berkerumun menolong saya. Untung pada waktu itu saya tidak terjadi apa-apa, ibu tersebut juga demikian. Bahkan dia menghampiri saya untuk minta maaf, kemudian dia pergi. Kemudian saya mulai memperhatikan kondisi tubuhku ada sedikit luka ringan dan memar, kemudian motor saya rusak ringan, sehingga perlu perbaikan sedikit di bengkel.

Kisah kedua yang saya alami, di sekitar jalan raya menuju Cikarang. Pagi itu pukul 05.30 WIB ketika saya akan berangkat kerja, hujan mulai deras, tapi perjalanan tetap harus saya tempuh untuk tiba di kantor tepat waktu. Ditengah perjalanan, sekitar pukul 06.00 WIB, hujan masih deras, jarak pandang tidak begitu jauh. Tiba-tiba seorang pengendara dari jalur kanan, dengan sepeda motor bebaknya melaju dengan kecepatan tinggi, terlempar ke jalur kami. Mungkin dia tidak menduga kalau di depannya ada jalanan berlubang, karena pada waktu itu jalanan sudah dipenuhi air hujan. Untuk menghindari orang tersebut, saya akhirnya melakukan rem mendadak, alhasil badan saya terlempar dua meter dari motor, kepala saya terbentur ke aspal. Setelah kejadian tersebut, saya memastikan bahwa di kepala saya tidak terjadi luka dalam atau geger otak, saya melakukan ct scan di kepala sesuai saran dari pihak rumah sakit pada waktu itu.

Saya bersyukur untuk dua kejadian tersebut, kecelakaan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, hanya luka ringan dan lecet-lecet saja di tubuh saya. Tetapi ada satu hal yang saya pelajari dari kejadian tersebut, bahwa ternyata kecelakaan di jalanan tidak hanya diakibatkan dari pihak kita saja. Terkadang kelalaian orang lain ternyata bisa menjadi petaka bagi diri kita sendiri. Ini menjadi kesadaran baru bagi saya dalam mengendarai sepeda motor.

Dari kejadian tersebut, saya mulai meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi di jalan raya ketika harus mengendarai sepeda motor. Terutama perlu memperhatikan kebiasaan yang baik, yaitu melengkapi perlengkapan perjalanan, terutama perlengkapan keamanan tubuh, seperti helm yangmemiliki standar, untuk melindungi kepala dari benturan bila terjadi kecelakaan. Bahkan situasi fisikpun menjadi perhatian bagi saya. Disaat kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk berkendara, kelelahan atau mengantuk, saya akan beristirahat terlebih dahulu atau memilih menggunakan angkutan umum.

Puji Tuhan, hingga saat ini saya tidak pernah mengalami kecelakaan sepeda motor lagi, semoga kedepannya juga demikian. Bahkan saya juga berharap bisa menjadi teladan dalam berkendara dan ikut berperan serta dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan pentingnya mengutamakan keselamatan berkendara di jalan raya khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Beranjak dari pengalaman saya pribadi, ternyata dalam kehidupan di jalan raya, saya juga banyak menyaksikan kejadian-kejadian yang lebih parah dari yang saya alami. Selama lebih sepuluh tahun mengendarai motor disekitar Jabodetabek tersebut, saya pernah melihat pengendara sepeda motor menghembuskan napas yang terakhir setelah kecelakaan sepeda motor, kemudian pernah melihat luka parah disekujur tubuh, patah tulang, dan bahkan luka ringan.

Bisa kita bayangkan, bila terjadi kecelakaan yang demikian. Disamping korban jiwa dan harta benda, ada korban perasaan juga yang dialami oleh keluarga yang dicintai yang ditinggalkan untuk selamanya. Padahal korban tersebut adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Ada juga yang harus mengalami cacat seumur hidup. Bahkan berhutang karena harus membayar ganti rugi kepada pihak yang ditabrak.
Sahabat di jalan raya, sadarilah! Kecelakaan sepeda motor di jalan raya tidak pernah berhenti, bahkan cenderung meningkat. Untuk itu sebagai pengendara kita harus semakin waspada. Jangan biarkan kelalaian sedetik merenggut harapan atau masa depan kita sendiri atau masa depan keluarga kita. Kecelakaan sungguh dapat merenggut nyawa, mengambil kebahagian keluarga kita dalam sekejap.

Faktanya, bahwa di Indonesia, jumlah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas mencapai 120 orang setiap harinya (berdasarkan data 2014). Dari keselakaan tersebut, bahwa ternyata kecelakaan sepeda motor menempati urutan tertinggi, yaitu 70 persen. Kerap terjadi kecelakaan tersebut terjadi karena kesadaran pemotor masih rendah. Seperti pemotor tidak menggunakan helm, ada anak-anak dibawah umur yang mengendarai sepeda bermotor, kecepan tinggi sepeda motor, melanggar rambu-rambu lalu lintas, lampu merah, melawan arah, dan lain sebagainya.

Jadi kesadaran kita sebagai pengendara sepeda motor merupakan tindakan preventif yang paling manjur untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Mendahulukan selamat (Safty First) adalah solusi keamanan dan kenyamanan selama berkendari di jalan raya. Pertanyaannya, tindakan apa saja yang dapat mendahulikuan selamat?

Menurut hemat saya banyak cara yang bisa kita gunakan dalam mendahulukan keselamatan. Pertama, pastikan sepeda motor yang kita kendarai dalam kondisi terawat dan baik. Kedua, pastikan bahwa kita dalam keadaan bugar, tidak dalam keadaan kelelahan, ngantuk, banyak pikiran dan sakit. Ketiga, berkomitmen untuk tetap menuruti peraturan. Berkendaralah ketika anda memang sudah dinyatakan layak berkendara, dengan telah memiliki SIM. Tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak melawan arah, dan lain sebagainya. Keempat, selama di jalan raya tingkatkan konsentrasi agar kelalaian orang lain tidak menjadi celaka bagi kita. Di atas semua tindakan tersebut, sebagai manusia yang beragama, berdoalah terlebih dahulu sebelum mengendarai sepeda motor anda. Karena kekuatan doa itu dapat menghindarkan kita dari kecelakaan dan memberikan keselamatan dalam perjalanan kita selama mengendarai sepeda motor.

Sehingga dengan mendahulukan selamat (Safety First), banyak kepentingan yang kita dahulukan. Ketertibaban di jalan raya akan dirasakan oleh orang lain yang ada di jalan raya. Keamanan di jalan raya juga akan bisa kita nikmati secara bersama-sama. Selamat selama dalam perjalanan, menjadi milik semua pengendara terutama sepeda motor. Dan tentu akan mendatangkan kebahagiaan luar biasa bagi orang-orang yang kita cintai yang menunggu kehadiran kita di rumah.

Disamping itu, mari kita tingkatkan sosialisasi kesadaran berkendara juga bagi semua orang yang ada di keluarga kita, lingkungan masyarakat kita tinggal, komunitas-komunitas yang kita miliki. Bukankah menebarkan kebaikan tersebut menjadi akar kebahagiaan? Ajaklah mereka untuk mematuhi peraturan lalu lintas di saat mengendarai sepeda motor mereka. Mendahulukan selamat dalam perjalanan saat mengendarai sepeda motor jauh lebih baik dari pada menimbulkan kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak. Akhir kata Safety First adalah pangkal selamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s