MEWARISKAN NILAI KERUKUNAN DI CLUSTER CIBIRU

 

 

20160820_165117

Dari sejak awal, sebelum merdeka, Indonesia sudah terdapat keragamaan. Baik keragaman agama, etnis, budaya, dan sebagainya. Ini tidak bisa diingkari, tetapi fakta sejarah yang mencatatnya. Uniknya, bahwa itu bukan sebuah masalah, bahkan keragaman itu telah bisa diakomodir oleh nenek moyang kita. Misalnya, keberadaan konsep ‘Bhinneka Tunggal Ika’ pun ternyata sudah ada di Kerajaan Majapahit. Ini membuktikan bahwa keragamaan itu diakui oleh masyarakat dan penguasa pada waktu itu.

Kini keragaman itu tetap diwariskan. Konsep untuk merekatkan perbedaan tetap dipertahankan. Ajakan dan pandangan untuk selalu melihat persamaan dalam perbedaan selalu ditonjolkan. Bahkan bangsa kita konsisten untuk meletakkan hukum sebagai pengawal keragaman.

Dunia semakin maju, tetapi pengakuan akan keragaman mulai mundur dan memudar. Semangat bersatu yang dikumandangkan dengan sumpah pemuda, mulai terasa luntur. Bukan tidak beralasan. Maraknya rasialisme, fanatisme, etnosentrisme, primordialisme, adalah wujud nyata dari kemunduran tersebut. Bukan tidak mungkin, bangsa kita mengalami perpecahan seperti negara Yugoslavia. Dulunya dikenal dengan negara federasi yang multi etnis dan agama, tetapi hancur seketika akibat tidak bisa melihat persamaan dalam perbedaan.

Tetapi kita bersyukur. Ditengah-tengah padang gurun ada oase. Demikian dengan bangsa kita. Ditengah maraknya konflik yang mengingkari keragaman ternyata masih ada anak bangsa yang sungguh-sungguh berjuang merekatkan perbedaan. Masih ada orang-orang yang siap di garda depan untuk membela keragaman. Bukan itu saja, masih banyak masyarakat yang memilih hidup rukun dan harmonis di dalam perbedaan.

Taman Cibiru adalah salah satu cluster perumahan di Lippo Cikarang – Bekasi. Masyarakatnya telah membuktikan bahwa perbedaan harus disikapi dengan baik. Walau masyarakatnya terdapat perbedaan agama, etnis, latar belakang, tetapi penghormatan perbedaan tersebut tetap terpelihara.

Dua tahun terakhir, sangat jelas terlihat inovasi-inovasi dari perangkat pemerintah setempat, seperti Ketua RW dan RT untuk membangun kerukunan masyarakatnya. Usaha pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam momen-momen yang dilakukan misalnya. Tentu ini adalah kabar baik. Momen ini akan membuka peluang-peluang terhadap keterbukaan paradigma bagi masyarakat cluster cibiru.

9

Seperti yang baru saja dilakukan masyarakatnya dalam menyongsong HUT RI ke-71. Sesuai dengan amanah pemerintah, “Kerja Nyata”. Ketua Rukun Warga (RW) Pak Arif W, beserta jajaran RT membangkitkan semangat persatuan dalam keragaman. Dengan semangat dan optimisme yang kuat, pengurut RW dan RT telah sukses menggerakkan panitia dan warga melaksanakan perhelatan besar dalam merakayakan HUT RI Ke-71. Mulai dari pelaksanaan seminar tax amnesty (9/8/2016), malam kebersamaan (16/8/2016), perayaan lomba (17/8/2016) dan karnaval (20/8/2016).

Perayaan HUT RI-71, saya sebut sebagai inovasi karena sebelumnya tidak ada perayaan HUT RI semeriah tahun ini (2016). Seperti menggerakkan warga hampir 1000 orang warga untuk mengikuti Karnaval Budaya. Tentu dengan konsep-konsep yang membangun kerukunan antar agama dan etnis. Dalam barisan karnaval tersebut bukan hanya melibatkan warga dan tokoh masyarakat tetapi tokoh agama juga sebagai symbol kerukunan. Bukan hanya menampilkan budaya dari Jawa Barat, tetapi sebagian warga juga terlibat menggunakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Dan uniknya, acara “Karnaval Budaya” tersebut dibuka secara resmi oleh bupati Kabupaten Bekasi. Mengingat Taman Cibiru adalah salah satu cluster kecil di Perumahan Lippo Cikarang, warga awalnya tidak yakin bahwa bupati akan mau menghadiri pembukaan karnaval budaya tersebut. Tetapi karena kesungguhan dan semangat pengurus RW dan RT dalam membangun kerukunan tentu mungkin menjadi pertimbangan dari Ibu Bupati untuk menyanggupinya.

Bagi saya sebagai warga ini adalah kesuksesan besar. Bangga terhadap pengurus RW dan RT yang mampu membangun kerukunan di cluster kami. Bagi saya ini adalah inovasi daerah. Mungkin ini bisa menjadi contoh juga bagi daerah-daerah lainnya untuk tetap mengedepankan kerukunan warga untuk mencapai kerukunan bangsa. Untuk Indonesia yang kita cintai. Bukan hanya itu inovasi dalam merayakan HUT RI yang demikian tentu bisa menjadi warisan bagi anak-anak sekarang, yang akan meneruskan cita-cita dan tujuan bangsa ini sebagai bangsa yang bersatu.

 

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s