SNI untuk Siapa?

bsn
http://www.bsn.go.id

Peristiwa sepuluh tahun lalu tidak akan mungkin saya lupakan. Kejadian itu benar-benar membuatku shock. Betapa tidak, pagi itu ketika menuju tempat kerja, motorku tiba-tiba ditabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan.

Perkiraanku, kecepatan sepeda motor yang dikendarainya berkisar 60km/jam. Saya pun tidak bisa mengelak dan akhirnya terpelanting dari sepeda motor. Beginilah hukum jalanan, kita sudah sangat hati-hati, ternyata orang lain yang tidak hati-hati,

Bagiku peristiwa ini adalah sebuah muzijat. Masalahnya, helm yang saya gunakan waktu itu ternyata pecah setelah kepalaku terbentur ke aspal. Saya sendiri tidak menyangka selamat dengan benturan yang begitu keras.

Untuk memastikannya, saya menuju rumah sakit dan melakukan cityscan di bagian kepala. Syukurlah, waktu itu dokter bilang, tidak ada masalah dengan kepalaku, walaupun pusingnya luar biasa.

Setelah kejadian itu, baru kuperhatikan bahwa helm yang aku gunakan selama itu ternyata tidak ada tulisan SNI-nya. Akhirnya, peristiwa ini menyadarkanku betapa pentingnya menggunakan helm dengan standar SNI, karena itu ternyata demi keselamatan diri.

Terkadang sebagai konsumen, kita sering lalai memerhatikan betapa pentingnya sebuah produk yang berstandar. Kita bahkan terkadang lebih mempertimbangkan harga. Malah, terkadang beda harganya juga tidak jauh-jauh amat. Dan itulah akhirnya kita menjatuhkan pilihan pada produk yang tidak berstandar atau mungkin produk ‘kw’.

Sejak kejadian yang menimpaku, bagiku standarisasi sebuah produk (misalnya helm) menjadi sangat penting dan pilihan. Disamping demi keselamatan jiwa, ternyata produknya juga bisa lebih tahan lama. Seperti helm yang saya beli sepuluh tahun lalu, pasca kecelakaan tersebut. Ternyata hingga saat ini, helm itu pun masih bisa digunakan dan awet.

sni1
Dokumen pribadi

Bicara tentang produk SNI, sebenarnya helm hanyalah salah satu contohnya saja. Tapi masih banyak produk-produk lain yang sudah harus ber-SNI, seperti produk-produk elektronik, tekstil, mainan anak, dan lain sebagainya.

sni3.png
sumber : http://www.bsn.go.id

Bisa kita bayangkan serbuan produk-produk yang ada di pasar saat ini, yang terkadang tidak jelas asal-usulnya, begitu beragam dan bahkan ada harga yang sangat murah diluar kewajaran. Hal-hal tersebut patut diperhatikan. Terkadang tanpa pikir panjang, kita dengan mudahnya membelinya dan mengonsumsi atau memakainya tanpa mempertimbangkan produk tersebut ada yang bisa membahayakan jiwa kita.

Untuk itulah sebenarnya perlu SNI, untuk memudahkan kita memilih dan memilah. Jadi, kehadiran SNI itu sebenarnya justru untuk kepentingan konsumen. Perlu kita bangun kesadaran pemahaman bahwa standarisasi produk sebenarnya adalah bagian dari perlindungan konsumen.

Dengan produk-produk yang berstandar seperti SNI, tentu akan dapat memberikan keamanan dan keselamatan kepada konsumen. Bukan itu saja, melalui produk SNI juga kita sedang mendukung kesehatan tubuh kita dan kelestarian lingkungan. Sementara bagi produsen, ternyata dengan SNI diharapkan produk-produk nasional memiliki nilai tambah dan melalui SNI meningkatkan daya saing di pasar internasional.

sni2.png
Sumber : http://www.bsn.go.id

Dalam menyambut Hari Konsumen Nasional, yang akan diperingati tanggal 20 April 2017 mendatang, sebagai konsumen mari kita jadikan hari tersebut sebagai tonggak untuk mengingatkan mawas diri serta mengajak masyarakat di sekitar kita untuk menyadari akan pentingnya perlindungan konsumen.

Bahkan sudah sewajarnya kita mendukung program-progam pemerintah dalam hal ini. Tentu salah satunya adalah dukungan terhadap keberadaan SNI tersebut.

Menurut UU No. 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian mengatakan bahwa badan yang ditunjuk oleh pemerintah dala hal ini adalah Badan Standardisasi Nasional yang selanjutnya disingkat BSN.

Dalam UU tersebut, di pasal 1 ayat 4 jelas mengatakan bahwa Badan Standardisasi Nasional yang selanjutnya disingkat BSN adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

Adapun tujuan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian tersebut mengacu pada pasal 3 yakni memiliki tujuan seperti berikut :

pertama, meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan Pelaku Usaha, serta kemampuan inovasi teknologi.

Kedua, meningkatkan perlindungan kepada konsumen, Pelaku Usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Ketiga, meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan Barang dan/atau Jasa di dalam negeri dan luar negeri.

Bagaimana? Sebagai konsumen, siapkah kita untuk mendukung SNI demi melindungi konsumen? Sebab SNI hadir untuk kita bersama. Mari kita renungkan masing-masing.

#SNIMelindungiKonsumen

Sumber referensi : UU no.20 tahun 2014 diambil dari http://www.bsn.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s