Koperasi Digital: Koperasi Generasi Milenial

“Hore …. akhirnya kita bisa jalan-jalan”, begitulah sorak kegirangan dari kami murid-murid kelas enam, setelah guru mengumumkan bahwa dana yang kita kumpul di koperasi sekolah selama setahun sudah mencukupi untuk wisata.

Dulu, kebiasaan di sekolah kami, setiap mengakhiri jenjang sekolah dasar, maka seluruh murid kelas enam akan mengadakan wisata bersama guru-guru. Hal yang wajar sebagai wujud perpisahan dengan teman-teman dan guru-guru yang sudah enam tahun bersama.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesan yang indah  sebelum murid-murid meninggalkan sekolah. Serta murid-murid kelak tetap mengingat dan mencintai sekolahnya.

Untuk itu, biasanya di awal tahun ajaran, pihak sekolah telah memikirkan solusi yang terbaik agar program berjalan baik. Sebab jika tidak disiasati dari awal, murid-murid pasti akan terkendala dengan dana.

Pihak sekolah pun memanfaatkan koperasi sekolah sebagai wadah untuk menabung. Diharapkan dengan kesadaran murid-murid menyisihkan jajannya untuk membayar iuran sukarela secara rutin, akan terkumpul dana untuk wisata di akhir tahun ajaran, tanpa harus menambah beban orang tua yang sedang fokus untuk menyiapkan dana menuju jenjang berikutnya (SMP).

***

Dari tulisan ini, saya tidak sedang mengulas tentang wisata. Tetapi lebih kepada spirit menyisihkan uang jajan dan disimpan di koperasi sekolah demi tujuan bersama. Spirit demikian jelas terlihat dalam diri koperasi itu sendiri. Bahwa koperasi itu merupakan sebuah kegiatan ekonomi yang didasarkan atas kerjasama (gotong royong), kekeluargaan untuk kepentingan bersama.

Hal tersebut tentu belum runtuh dari kebutuhan hidup kita sehari-hari. Kita masih butuh kerjasama dan rasa kekeluargaan untuk mencapai tujuan bersama. Apalagi prinsip-prinsip yang dikandung koperasi sangat relevan dengan nilai-nilai dan budaya masyarakat kita sejak dulu dan  merupakan bagian dari kearifan local (local wisdom) dari masyarakat.

Pemerintah pun saat ini kembali menegaskan tentang pentingnya keberadaan koperasi tersebut. Melalui program pemerintah Nawacita, jelas terlihat cita-cita pemerintah ingin mewujudkan sistem ekonomi koperasi. Dalam Nawacita terlihat pada butir mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik serta meningkatkan produktifitas dan daya saing di pasar internasional.

Nawacita.jpg
Sumber : https://kominfo.go.id/content/detail/5484/nawacita-9-program-perubahan-untuk-indonesia/0/infografis

Untuk mewujudkan Nawacita tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah membuat stretegi unggulan Penataan Data Koperasi dan UMKM, Fasilitasi Penguatan Peran KUD, Fasilitasi Pembebasan Akta Notaris, Fasilitasi Usaha Kemudahan Perizinan UMK, Diklat dan Penumbuhan serta Pengembangan Wirausaha, Fasilitasi Pembiayaan KUMKM, Fasilitasi Dukungan Pemasaran melalui LLP-KUMKM, Revitalisasi Pasar Tradisional, Dukungan Program Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir.

visi-misi-pemberdayaan-koperasi-dan_ukm-2015-2019.jpg
Sumber : http://www.depkop.go.id/tentang-kementerian/visi-dan-misi/

Mengingat ini adalah era digital, dan usia produktifnya di dominasi generasi milenial, maka untuk mewujudkan strategi unggulan tersebut perlu meningkatkan kreatifitas dan inovasi berbasis teknologi digital bagi kaum muda.

Menghidupkan Kembali Roh Koperasi Melalui Strategi Era Modern

Menurut hemat saya, roh koperasi itu perlu dihidupkan kembali di kalangan generasi muda yang di dominasi oleh generasi milenial. Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Pertama, pentingnya sosialisasi dan kampanye yang intens terutama bagi kaum muda. Sehingga kaum muda, tetap bangga dengan sistem ekonomi domestik yang kita usung selama ini yakni koperasi. Generasi muda harus sadar bahwa nilai-nilai dan budaya yang terkandung dalam koperasi tersebut merupakan prinsip-prinsip yang benar-benar terkandung dalam ideologi dan konstitusi bangsa kita.

Kedua, pemerintah, swasta dan masyarakat harus memiliki sinergi untuk menggerakan kembali sistem ekonomi koperasi tersebut. Pemerintah sebagai pembuat regulasi, swasta dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan perekonomian, harus mampu merasakan keuntungan dan keunggulan dari penerapan sistem ekonomi koperasi dibanding sistem ekonomi lainnya.

Ketiga, mengingat masa sekarang adalah era digital dan internet yang tentu generasi milenial adalah generasi yang menghidupinya, maka dukungan akan koperasi yang digital harus ditingkatkan. Perlu menghadirkan kretifitas dan inovasi.

Berharap dengan hal tersebut, sistem ekonomi koperasi bangkit kembali dan menjadi identitas masyarakat dan bangsa kita. Salam

 

Selamat Hari Koperasi (12 Juni 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s