Orangtua Bijak, Mendorong Anak Bermain dengan Pendampingan

Benarkah pernyataan bahwa “bermain itu adalah dunianya anak”?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sepertinya kita perlu mengenang kembali ketika kita masih masa anak-anak. Anda pasti akan menemukan jawabannya disana. Untuk membantu mengenangnya kembali, saya coba mengajukan beberapa pertanyaatn untuk direnungkan kembali.

Kapan anak-anak bisa tertawa lepas dan bahagia? Mengapa anak-anak memilih bermain daripada tidur siang, memilih bermain daripada belajar? Mengapa anak terlambat makan? dan mengapa anak lebih antusias kalau bercerita tentang pengalaman bermainnya daripada pengalaman yang lainnya? Jawabannya tentu karna sedang bermain atau ingin lebih lama bermain. Itu barangkali sudah bisa mewakili jawaban pertanyaan pendahulu tadi.

Bagi anak, sebenarnya bermain bukan hanya bermain semata. Tapi tanpa disadari, bahwa dari permainan tersebut anak mengalami sebuah proses belajar. Mulai dari belajar memimpin, mengambil keputusan, strategi, bangkit dari kegagalan, prinsip-prinsip kehidupan, nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya serta persahabatan.

Seperti yang sering dikeluahkan orangtua, mengapa anakku kerjaannya bermain saja? Sebenarnya dengan sendirinya sudah terjawab. Jadi permasalahannya sebenarnya bukan disitu. Tapi bagaimana dengan bermain itu dia bisa tetap bertumbuh dan berkembang sesuai tingkat umurnya. Baik secara kognitif, psikomotorik, dan afektifnya. Tentu peran orang tua dibutuhkan sebagai pendamping, agar permainan aman dan nyaman bagi si anak.

Bicara tentang permainan yang aman dan nyaman tentu setiap orangtua memiliki strategi dan cara-cara tersendiri. Sebagai seorang orangtua yang telah memiliki anak, setidaknya ada beberapa hal yang saya perhatikan untuk keamanan permainan. Dalam hal ini, saya akan membaginya dalam beberapa bagian.

  1. Peralatan Permainan

Perlatan permainan anak-anak tentu akan berbeda bila ditinjau dari segi tingkat usia. Artinya tingkat usia akan menjadi pertimbangan khusus untuk memilih permainan yang cocok terhadap anak. Disamping itu juga, permainannya akan ditentukan perkembangan berdasarkan fisiknya. Misalnya, akan berbeda permaian kepada anak yang masih dalam tahap fase oral dengan yang tidak. Anak yang baru merangkak dan yang sudah berjalan bahkan berlari.

Disamping itu, peralatan permainan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang aman atau yang dapat mengganggu kesehatannya. Sebab sekarang ini banyak kita temukan peralatan permainan anak yang justru berbahaya bagi kesehatan, baik untuk jangka pendek atau jangka panjangnya.

Mungkin untuk lebih menjamin hal tersebut, orangtua perlu memperhatikan standarisasi yang berlaku. Seperti di negeri kita ini salah satu standar keamanan permainan anak juga diatur oleh pemerintah misalnya terdapatnya dengan adanya label SNI pada alat permainan tersebut.

  1. Tempat Bermain

Bukan hanya keamanan peralatan saja yang perlu. Orangtua pun harus memperhatikan keamanan dari segi tempat. Ada banyak tempat-tempat yang harus di hindari oleh anak-anak kecil ketika bermain. Misalnya bermain di jalan raya, dekat kolam air, dekat perapian, dan lain sebagainya. Untuk itu, orangtuapun harus tetap waspada memilih tempat bermain anak.

  1. Resiko Bermain

Selanjutnya orang tua juga bisa memperhatikan dari aspek keselamatan. Apakah permainan tersebut memiliki resiko untuk membuat si anak celaka? Atau jika permainannya memang memiliki resiko, bagaimana peran orangtua dalam mengawasi dan melindungi anak. Misalnya ketika belajar bermain sepeda orangtua perlu  memperhatikan pelindungan bagi si anak, misalnya untuk pelindung kepala.

  1. Kenyamanan Bermain

Sementara untuk kenyamanan permainan si anak, perlu lebih diperhatikan aspek psikis, sosial dan emosional. Ketika bermain, apakah lingkungannya memengaruhi hal-hal tersebut. Misalnya karena bully dari teman-teman bermainnya akhirnya si anak terganggu secara psikologis. Ketika berteman dengan teman-temannya, secara sosial apakah menjadi seorang anak yang pemurung dan pemalu. Atau secara emosional, apakah menjadi pemarah? Ini juga menjadi bagian tanggung jawab yang harus diperhatikan orang tua.

Memang, untuk memilih dan memilah peralatan bermain, tempat bermainnya, resiko bermain dan kenyamanan bermain, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi prinsip pendampingan dan pengawasan harus jelas.

Tempra-Syrup-square.jpg
Sumber : https://bloggerperempuan.co.id/tempra/

Oh ya, hampir lupa. Ternyata faktor satu ini juga teramat penting bagi seorang anak untuk bermain. Kondisinya yang prima dan sehat. Tetapi ketika anak harus demam, ini tentu sangat mengganggu anak untuk  bermain. Maka bila anak kami mengalami hal tersebut, maka kami biasanya akan segera memberikan Tempra Syrup pada anak. Berdasarkan pengalaman kami ternyata obat ini cepat menurunkan demam loh! Sehingga tidak lama kemudian anak kami pun bisa bermain kembali.

*****

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s