Ikan Mas Arsik Resep Nenek Wajib Diwariskan

Dalam ilmu sosilogi yang pernah saya pelajari di bangku sekolah, bahwa kebudaan itu merupakan sesuatu yang superorganik. Maksudnya bahwa kebudaan itu merupakan sesuatu yang diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu hasil budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi tersebut dalam keluarga adalah jenis makanan. Jenis makanan tersebut pun adakalanya telah menjadi bagian penting dari tradisi atau adat sebuah etnis (suku).

Misalnya dalam etnis Batak, salah satu jenis makanan yang merupakan bagian dari tradisi tersebut adalah “ikan mas arsik“. Bahkan makanan tersebut sering mengambil peran penting dalam sebuah upacara adat. Rasanya tidak sah adat tersebut jika jenis makanan tersebut tidak ada.

Untuk itulah resep makanan yang demikian akan selalu diajarkan oleh nenek moyang ke keturunan berikutnya. Saya sendiri, pernah juga mendapat ilmu resep tersebut, walau hingga kini belum mahir memasak ikan mas arsik tersebut. Tapi setidaknya tahu bumbu dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan.

Bahan-Bahan yang diperlukan :

1 kg ikan mas
8 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
1 ruas lengkuas (sudah dikeprek)
4 buah cabe
5 butir kemiri
5 lembar daun jeruk
1 sendok makan garam
2 buah asam kandis
Minyak goreng untuk menumis
Kacang panjang secukupnya (dipotong-potong)
Bawang ‘batak’ secukupnya (khas tapanuli)
Rias secukupnya (khas tapanuli)
Andaliman secukupnya (rempah khas tapanuli)

Cara pembuatan/memasak :

1. Ulek bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, cabe, kemiri, dan andaliman hingga halus.
2. Tumis semua bahan yang sudah diulek.
3. Tambahkan air setengah liter
4. Setelah mendidih masukkan ikan mas.
5. Masukkan lengkuas, daun jeruk, kacang panjang, bawang batak, rias.
6. Taburkan garam secukupnya
7. Tunggu sampai bumbu meresap dan matang, atau sekitar 30 menit.

Tara….. masakan akhirnya siap dihidangkan.

Inilah salah satu masakan khas tapanuli dengan resep yang nenek wariskan. Sebagai generasi penerus kita wajib melestarikan budaya ini, tentu caranya dengan mempelajari dan mewariskan kepada generasi khas berikutnya. Dengan demikian budaya kita pun tetap akan lestari.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s