Rumah untuk Kehangatan Keluarga

Setiap keluarga pasti membutuhkan rumah. Dan saya bersyukur, kalau saya keluarga kecilku pun akhirnya dapat mewujudkan impian untuk memiliki rumah sejak 2006 lalu. Tentu kami sekeluarga sangat bahagia, akhirnya kami memiliki “istana” sendiri, tanpa mengontrak lagi.

Memiliki rumah, tentu bukan semata hanya untuk berlindung dari teriknya panas dan hujan, melindungi diri dari pencuri, tapi keberadaan rumah dapat membangun berbagai aspek-aspek pendukung fungsi keluarga, seperti sosialisasi dan afeksi.

Melalui rumah tentu kita dapat membentuk pribadi anak yang sesuai harapan orang tua melalui sosialisasi primer tentang penananaman nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kemudian anggota keluarga dapat membangun rasa kasih sayang, kehangatan, dan perhatian antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya.

Untuk itulah kita harus memperhatian rumah sebagai tempat yang mampu memenuhi aspek-aspek kesehatan, keindahan dan kenyamanan. Sebab aspek yang demikian tentunya dapat menjadi pendorong untuk terciptanya fungsi sosialisasi dan afeksi di dalam keluarga.

Misalnya dengan menata ruangan keluarga yang menarik untuk membantu suasana keceriaan, keterbukaan dan keakraban. Dengan memberikan komposisi cat yang cerah serta melengkapi fasilitas yang memungkinkan untuk mengajak keterlibatan keseluruhan anggota keluarga jauh lebih penting dari pada menumpuk banyak barang yang membuat ruangan keluarga membosankan. Pemenuhan barang yang tidak bermanfaat atau salah tempat akan memberikan kesan yang berbeda.

Membuat taman yang asri dan segar yang dilengkapi kursi untuk keluarga bisa duduk bersama di sore hari atau ketika weekend. Suasana demikian akan membentuk keterbukaan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Berharap dengan taman yang asri dan segar semua anggota keluarga bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk bersama.

Menata ruang makan yang sesuai dengan selera keluarga, serta menampilkan suasana yang lebih rileks. Sehingga ruang makan bisa juga dimanfaatkan keluarga untuk tempat berdiskusi sebelum atau sesudah makan.

Terakhir, ruang dapur dapat juga ditata sedemikian rupa, sehingga tempat tersebut dapat menciptakan nuansa dan membangun semangat kerjasama. Sehingga di waktu tertentu, hari libur bisa tempat tersebut menjadi pilihan untuk semua anggota keluarga untuk memasak bersama.

Demikian tips dan trik dari saya untuk desain rumah yang mendukung kehangatan dan keharmonisan keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s