Bukan karena Hari Ayam Makan Ayam, Tapi Kita Butuh Sehat.

Sewaktu kecil di kampungku, umumnya setiap keluarga memelihara atau beternak ayam di pekarangan rumah. Ada yang menggunakan kandang, tapi ada pula yang membiarkan hidup ayamnya hidup bebas. 

Uniknya, jarang sekali ayam tersebut dipelihara untuk tujuan dikonsumsi oleh anggota keluarga. Ayam yang dipelihara tersebut biasanya ditujukan untuk menambah penghasilan keluarga dengan cara menjualnya ke pasar atau kepada orang yang sedang mencari ayam. Maklum saja, masyarakat kampungku termasuk kategori ekonomi lemah. Jadi ayam tersebut mending dijual daripada harus dikonsumsi keluarga, begitulah sebagian besar pemikiran masyarakatnya.

Kalau pun ada anggota keluarga yang memotong ayam dan dinikmati bersama anggota keluarga, hanya oleh karena momen tertentu, seperti  ketika sanak saudara yang datang dari jauh dan menginap di rumah, ada anggota keluarga yang sedang sakit atau momen-momen spesial.

Makanya, masa-masa yang paling indah dan dinanti oleh anak-anak di kampungku, ketika sanak saudara tersebut datang berkunjung. Dengan demikian, keluarga besar pasti akan bisa menikmati makanan spesial di rumah. Jadi, bagi kami waktu kecil bahwa makan daging ayam itu adalah sesuatu yang wah!

Ya… begitulah cara berpikir orang tua di kampung kami dulu. Saya tidak tahu persis apakah hal itu murni karena masalah ekonomi atau ketidakpahaman bahwa protein yang dikandung ayam tergolong tinggi. Jadi sangat berbeda ketika saya sekarang menjadi orangtua, malah menganjurkan anak-anak untuk mengonsumsi daging ayam. Tentu karena saya tahu persis bahwa daging ayam tersebut memiliki kadar protein yang tinggi.

Berbicara tentang protein yang dikandung beberapa jenis makanan seperti susu segar, tahu, tempe, dan ikan, ternyata daging ayam memiliki protein yang lebih tinggi loh! Kalau gak percaya silahkan saja perhatikan dan bandingkan dari table berikut!

tabel-harga-protein
Sumber tabel : http://pinsarindonesia.com

Untuk itu, daging ayam layak kita jadikan sebagai salah satu pilihan untuk menu utama keluarga, secara khusus untuk menambah asupan protein.

Sebenarnya, apa sih fungsi protein dalam tubuh kita? Mungkin rekan-rekan pembaca sudah pernah mempelajarinya secara detail di sekolah. Tapi untuk mengingatkan kembali, berikut ada beberapa informasi yang saya temukan berhubungan dengan fungsi protein tersebut.

Protein merupakan zat pembangun dan pendorong metabolisme pada tubuh manusia. Sementara berdasarkan ilmu pengetahuan bahwa protein yang ada dalam tubuh kita itu ternyata murni berasal dari sari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Artinya, kita bisa bayangkan kalau tubuh kita minim protein, tentu akan mengganggu metabolisme toh?

Disamping itu, protein berfungsi juga untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh dengan asam basa, dengan demikian maka kestabilan PH cairan dalam tubuh kita akan tetap berjalan dengan normal.  Bukan itu saja, protein juga merupakan bahan sintetis substansi yang sangat dibutuhkan oleh organel sel, zat antibodi, dan juga hormon dalam tubuh kita. 

Bagi anak-anak dan remaja yang sedang membutuhkan pertumbuhan fisik, protein dapat difungsikan sebagai zat pembangun untuk membantu proses pertumbuhan. Bahkan protein tersebut akan memberikan asupan terhadap pertumbuhan sel-sel dalam tubuh.

Ini juga tidak kalah penting, bahwa protein itu ternyata dapat menangkal dan menghancurkan zat-zat asing atau pun radikal bebas yang akan merusak dan menelusup masuk ke tubuh kita, sehingga kesehatan tubuh kita bisa tetap terjaga.

Sementara kalau bicara urusan pembakaran lemak, maka protein sangat dapat membantu pembakaran tersebut. Sehingga berat badan kita dapat tetap ideal dan seimbang. Bahkan masih banyak lagi fungsi protein tersebut jika kita membuka berbagai referensi.

Perhatikan juga video berikut, bahwa ayam dan telur berada pada urutan kedua dan ketiga dari 10 makanan yang mengandung protein paling tinggi.

Jadi, bagaimana? Sekarang tentu kita tahu persis manfaat utama mengonsumsi ayam. Bukan semata karena enak dan nikmatnya saja. Apalagi melihat gulai ayam di depan mata, mungkin selera makan kita akan langsung muncul. Tetapi yang perlu dipahami dan disosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa ayam tersebut ternyata memiliki protein yang sangat tinggi.

Dan bukan itu saja, kita juga bisa menambah variasi protein dari telur ayam juga loh! Merujuk pada data terdahulu, bahwa kadar protein telur ayam ternyata masih lebih tinggi dari susu segar, tahu dan tempe.

telur.jpg
Sumber : http://sains.kompas.com/read/2017/08/30/080400123/telur-ayam-kampung-atau-telur-ayam-negeri-mana-yang-lebih-baik-

Dari sebuah penelitian, yaitu Peneliti Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asian Tenggara Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN, mengatakan, bahwa telur dapat menjadi makanan pengganti susu. Bahkan, kandungan gizi yang dikandung telur pun lebih baik dari susu. Bahkan bukan hanya protein saja, tapi kandungan vitamin, mineral, asam aminonya juga lengkap.

Tetapi amat disayangkan, masih banyak masyarakat ternyata yang belum menyadari hal tersebut. Padahal jika dibandingkan dengan harga makanan lain sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu mahal. Silahkan dibandingkan saja dengan harga yang tertera pada data di atas.

Kemudian bandingkan juga dengan data pemerintah, yang mengatakan bahwa konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 100 butir per orang per tahun, sedangkan konsumsi rokok masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 1.100 batang per orang per tahun. Artinya, masyarakat tersebut mengonsumsi 1 butir telur setiap tiga hari, tapi bersedia membeli rokok rata-rata 3 batang rokok setiap hari.

Miris bukan?

Kini saatnya tugas kita bersama untuk kita membangunkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas makanan melalui pentingnya mengonsumsi ayam dan telur tersebut. Terutama menjelang peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) yang jatuh pada 15 Oktober, kita jadikan ini momen untuk berkomitmen pada hidup sehat melalui asupan makanan yang tinggi proteinnya, seperti ayam dan telurnya.

Ingat! Kita makan ayam bukan karena kita akan memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional, tapi karena kita butuh sehat dan cerdas.

Selamat menjelang Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN).

_____________________________

Sumber referensi :

http://pinsarindonesia.com/bahan-lomba-menulis-artikel-hari-ayam-dan-telur-nasional-hatn-2017dan-hari-telur-sedunia-2017/

http://sains.kompas.com/read/2017/09/20/080900323/lebih-bergizi-daripada-susu-telur-bisa-jadi-makanan-pengganti-asi.

http://uraiansehat.com/fungsi-protein-bagi-tubuh/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s