Mau Jadi “Content Writer” Profesional?

20171210_152229
Ani Berta, Narasumber “Content Writer”, Pendiri ISB

Sudah dua tahun saya aktif sebagai blogger. Setidaknya banyak manfaat yang saya peroleh dari aktivitas tersebut. Mulai dari memperbanyak teman, memperoleh kesempatan berkunjung ke berbagai kota, mendapatkan penghargaan dari berbagai lembaga, hingga bisa menjadi mentor menulis di sekolah tempat saya mengajar.

Secara khusus dari manfaat memperbanyak teman, saya pun akhirnya bisa menemukan berbagai komunitas blogger yang tetap menularkan semangat dan inspirasi dalam menulis. Komunitas yang saya maksudkan seperti Kompasiana dan Indonesia Social Blogger (ISB).

Tentunya banyak hal yang bisa saya peroleh dengan bergabung disebuah komunitas. Disamping menularkan semangat dan inspirasi, ternyata melalui komunitas tersebut  saya pun mendapatkan berbagai kesempatan menambah pengetahuan baru dan mengembangkan diri dalam hal tulis menulis.

Misalnya dalam sebuah sharing Content Writer  yang diselenggarakan oleh ISB-CNI beberapa hari lalu (Minggu, 10/11/2017), saya sepakat bahwa seorang blogger sejatinya harus selalu mengasah diri agar bisa menjadi seorang blogger yang professional dengan cara meningkatkan kualitas konten.

Sharing yang bertemakan Content Writer  tersebut menjadi sangat penting di masa sekarang ini, mengingat kompetisi antar sesama blogger pun semakin ketat. Toh pada akhirnya sebuah lembaga atau institusi akan menggunakan jasa dari content writer  yang berkualitas.

Saya pribadi bersyukur untuk even kali ini, setidaknya bisa menimba dan mempelajari pengalaman dari sosok yang telah mendedikasikan diri sebagai content writer  yang profesional. Siapa lagi yang tidak mengenal beliau di dunia per-blogger-an? Sosok yang saya maksudkan adalah Ani Berta.

Diawali dengan alasan kuat mengapa kita harus meningkatkan kualitas diri sebagai content writer. Ani Berta pun memaparkan bahwa kita tidak mungkin terlepas dari perubahan dan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin cepat di era digital seperti sekarang. Dengan perkembangan TI tersebut, telah banyak perusahaan dan organisasi yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi dan publikasi kegiatan.

Bukan itu saja. Meningkatnya media online dan website institusi yang kian menjamur. Ada juga tokoh, pejabat, selebriti atau pemangku kepentingan yang ingin menuliskan kisah hidupnya atau pengalamannya. Hingga pada meningkatnya kebutuhan produksi konten.

Dengan begitu, maka kebutuhan akan seorang penulis pun semakin meningkat. Untuk itulah seorang penulis (content writer)  harus memperlengkapi diri dengan baik. Ada baiknya juga seorang  contetn writer  menetapkan tujuannya yaitu untuk memperoleh penghasilan atau sukarela.

Disamping itu perlu mengenali website/portal yang diminati dan dikuasai. Memperbanyak mengisi konten gratisan untuk sarana berlatih dan menambah portofolio. Memanfaatkan citizen journalism dari sebuah media mainstream seperti Kompasiana, Indonesiana, Vivalog, Citizen6, dan yang lainnya. Mempromosikan hasil tulisan di berbagai media sosial, hingga mencoba mengajukan proposal penawaran ke berbagai lembaga atau organisasi yang membutuhkan.

Secara teknis, seorang content writer  juga harus memikirkan hal-hal berikut untuk mengisi konten website. Membiasakan diri untuk menulis sebuah konten dari 500 hingga 1000 kata. Belajar menyesuaikan gaya penulisan dengan khas sebuah website. Mengisi kanal-kanal website sesuai dengan kategori yang dikuasai. Memikirkan dan memasukkan key words  yang tepat. Membiasakan untuk membaca ulang tulisan yang masih berbentuk draft sebelum diposting. Serta menempatkan foto dengan high resolution untuk mempercantik website atau blog.

Dalam sharing ini juga, Ani Berta juga menegaskan tentang rambu-rambu yang harus dipatuhi seorang content writer yaitu menghindari tindakan plagiat (copy paste), tidak menggunakan bahasa alay dan singkatan. Hindari masuknya opini yang personal dan kepentingan pribadi. Tidak menyebutkan brand secara hard selling tanpa persetujuan pemilik website/portal. Tidak mendiskreditkan orang lain, tidak keluar dari idealisme hingga jangan menuliskan berita atau opini yang tidak sesuai dengan fakta atau tidak terverifikasi.

Manfaat SEO VS SEM

20171210_142613
Nico Riansyah, Narasumber “SEO vs SEM”, CNI

Disamping Ani Berta, ada juga narasumber lain yang memberikan ilmu yang tidak kalah penting, Nico Riansyah. Pada acara sharing tersebut, Nico sendiri memaparkan tentang topik Manfaat SEO VS SEM bagi seorang content writer.

Mungkin diantara pembaca ada yang sudah pernah membaca atau mendengar kedua istilah tersebut. Tapi bagi pembaca yang belum mengetahuinya, saya akan mengulasnya secara sederhana. SEO tersebut merupakan singkatan dari Search Engine Optimization. Sementara SEM singkatan dari Search Engine Machine.

Sebenarnya untuk dua istilah tersebut tidak terlepas dari usaha seorang content writer  untuk menempatkan website atau blog pada posisi halaman pertama atau urutan teratas di mesin pencari google. Hanya perbedaannya, kalau SEO bentuknya gratisan, sementara untuk SEM bentuknya berbayar.

Bagi seorang pemilik content writer, melalui SEO bisa mengusahakan website atau blognya berada pada halaman pertama atau urutan teratas pada mesin pencari google misalnya dengan cara meningkatkan tingkat akurasi ataupun pengunjung. Sementara untuk SEM, seorang content writer bisa membayar melalui sebuah pengiklanan seperti google adwords dan google display.

Untuk SEO sendiri, Anda harus memaksimalkan jumlah pengunjung ke situs web tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan aktivitas On-Page dan Off-Page  SEO.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan aktivitas On page, dapat Anda menggunakan 5 langkah ini,

  • Struktur Website. Dalam hal ini, pastikan meta tag seperti kata kunci secara alami ke dalam tag judul, deskripsi meta, kata kunci meta. Bisa juga dengan melengkapi format h1-h6, deskripsi image alt-text, dan internal links.
  • Format Url. Buatlah format url yang mudah dibaca.
  • Optimalkan Kecepatan Website. Usahakan kecepatan akses website atau blog Anda lebih maksimal untuk menghindari orang meninggalkan website atau blog Anda.
  • Update Konten Website. Sebaiknya konten website atau blog Anda berganti secara berkala, sebab website atau blog yang statis alias tanpa pembaharuan dapat dilihat mesin telusur sebagai entitas “mati”
  • Konten Berkualitas. Buatlah konten yang berkualitas misalnya dengan lebih komunikatif, lengkap dengan infografis yang menarik, informasi dan pengetahuan yang penting. Dengan begitu pengunjung bisa sering berkunjung dan bertahan lama di website atau blog Anda.

Sementara itu, untuk meningkatkan  Off-Page tersebut, maka Anda pun dapat melakukan 5 langkah berikut, seperti :

  • Membangun Backlink. Anda bisa membuat backlink berkualitas melalui website atau blog lain Anda, melalui iklan, web directory, dan lain sebagainya.
  • Blogging. Misalnya dengan kontribusi website atau blog yang memiliki otoritas tinggi dalam pencarian SEO.
  • Submit Url Website. Submit url website atau blog ke search engine submission seperti google, yahoo, amazon, dll.
  • Social Media. Bagikan artikel yang Anda tulis di website atau blog ke berbagai media sosial milik Anda.
  • Perpanjang Domain Hingga 2-3 Tahun.

Bagaimana pula dengan SEM? Berikut ini merupakan lanhkah-langkah untuk melakukan optimalisasi SEM. Misalnya dengan melakukan penentuan kata kunci (keyword) yang tepat, penentuan teks gambar yang menarik sesuai kebutuhan pengunjung, serta bidding  biaya per click yang tepat misalnya semakin tinggi biaya per klik maka akan semakin sering ditampilkan iklannya.

Nah, sebagai content writer, Anda tinggal menentukan apakah akan menggunakan SEO atau SEM? Mau gratisan atau yang berbayar. Semua tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

________________

Jangan lupa, baca juga tulisan-tulisan saya yang lainnya ya!

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s