Di Balik Kemajuan Bangsa Ada Edukasi yang Berkualitas

20171208_104221

Ketika Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu, kaisar langsung memerintahkan untuk mendata berapa jumlah guru yang hidup. Kaisar tentu memahami betul bahwa untuk memulihkan dan membangun kembali bangsa Jepang yang luluh lantah, butuh peran guru di garda depan sebagai tenaga pendidik untuk kebangkitan dan kemajuan bangsanya.

Bukankah sejarah Jepang juga mencatat bahwa pendidikan adalah salah satu cara mengejar ketertinggalan bangsa Jepang melalui Restorasi Meiji? Dengan pendidikan tersebut mereka akhirnya bangkit dan menjadi bangsa yang maju dan disegani hingga sekarang.

Demikian halnya dengan bangsa kita. Kelahiran kebangkitan nasional tidak lepas dari peran kaum terdidik. Mereka memahami betul hak merdeka yang harus diperjuangkan setelah begitu lama dibelenggu oleh kaum kolonial. Dengan kehadiran kaum terdidik, maka kesadaran kebangsaan pun terwujud dan primordialisme mulai ditinggalkan.

Sama halnya dengan Suwardi Suryaningrat atau kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, menyadari bahwa perjuangan yang paling efektif baginya adalah melalui pendidikan daripada tetap berjuang melalui politik. Bahkan ketika berjuang melalui politik di Indische Partij, pada akhirnya beliau harus mengalami pesakitan, dibuang.

Sementara itu, ‘founding fathers’ pun memiliki visi yang besar untuk bangsa kita, dengan demikian mereka telah menetapkan pendidikan (baca : mencerdaskan kehidupan bangsa) sebagai salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu sangat jelas tertuang pada Pembukaan UUD 1945 alinea yang keempat.

Masih banyak catatan sejarah di dunia dan Indonesia yang mengatakan bahwa pendidikan tersebut adalah kunci yang membuka pintu kebangkitan dan kemajuan sebuah bangsa. Lihatlah negara-negara yang maju saat ini, bahwa kemajuan negara mereka tidak terlepas dari kualitas dan keunggulan pendidikannya.

Screenshot_2018-02-04-13-41-09-1

Saya sendiri pun sangat mengakui bahwa pendidikan tersebut merupakan ‘”mata uang” yang berlaku dimana-mana. Berdasarkan pengalaman pribadi, bahwa dengan pendidikan formal dan non formal yang saya miliki, tentu dengan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan, maka saya pun berani merantau ke Jakarta 2002 lalu.

Tanpa mengandalkan uang di kantong pada waktu itu, tapi dengan pengetahuan dan ketrampilan mengajar yang saya miliki, tanpa “pakai lama”, atau hanya butuh seminggu di Jakarta, saya pun akhirnya diterima bekerja di sebuah bimbingan belajar terbesar dan ternama di Jakarta.

Berbeda dengan kisah berikutnya. Seorang tukang setrika di rumah kami beberapa tahun lalu. Dengan adanya program relokasi dari sebuah developer, maka rumah beserta tanah yang dimilikinya dihargai dengan harga yang lumayan fantastis, 1M. Tapi karena tidak memiliki pendidikan yang memadai, maka uang yang diterimanya tidak bertahan lama, mereka gagal mengelolanya. Bahkan satu buah mobil second yang dibelinya ternyata memiliki masalah.

Itulah yang membedakan orang yang berpendidikan dengan yang tidak. Melalui pendidikan formal yang kita miliki, disamping memberikan pengakuan terhadap keilmuan kita, maka akan menentukan cara berpikir, cara bertindak dan kemampuan memutuskan prioritas atau hal penting dalam kehidupan kita. Sementara pendidikan non formal akan memberikan ketrampilan yang memudahkan kita untuk bekerja dan berkarya secara maksimal.

Nah, era ini adalah era yang memiliki kecepatan perubahan yang semakin tinggi. Kompetisi pun semakin hari semakin ketat. Bagi yang tidak membenahi diri dengan pengetahuan, ketrampilan dan karakter unggul, pasti akan tertinggal.

Screenshot_2018-02-04-13-42-46-1

Membenahi diri adalah solusi yang tepat. Membongkar potensi yang terpendam dalam diri harus dilakukan secara maksimal. Galilah setiap kecakapan hidup yang belum kita miliki sehingga kita bisa benar-benar siap ditengah persaingan kerja dan menjadikan hidup lebih berkualitas.

Tetapi terkadang untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan formal dan non formal tidak mudah. Bagi mereka yang ada di perkotaan misalnya, jalanan yang begitu macet adalah salah satu tantangan terberatnya.

Adakalanya ketika anak berangkat dan pulang sekolah sudah terlalu lelah. Belum lagi ketika mereka harus mengikuti berbagai les yang jauh jaraknya atau mungkin dekat tapi macet yang luar biasa, mengakibatkan stamina anak diperjalanan sudah terkuras. Akhirnya pembelajaran bukan lagi sesuatu yang menyenangkan tetapi menjadikan sebuah beban.

Untuk itu butuh sebuah solusi. Bagi masyarakat BSD atau yang ada disekitarnya, EduCenter telah hadir sebagai solusi. EduCenter = One Stop Education of Excellence.

EduCenter-Bird-Eye-View-696x392
Sumber gambar : http://www.educenter.id

Konsep EduCenter merupakan pusat edukasi pertama dan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 20 institusi pendidikan ternama.

Diharapkan dengan kehadiran EduCenter, apapun kursus yang diambil saat ini, semua bisa kamu ambil di satu tempat saja. Di EduCenter sendiri telah tersedia lebih dari 20 tempat kursus ternama, yakni mulai dari kursus Bahasa Inggris, Mandarin, matematika, fisika, ballet, gambar, musik, piano, memasak dan kursus lainnya.

Dengan demikian, permasalahan yang dihadapi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan selama ini bisa tertangani dengan baik. Bahkan waktu bersama keluarga pun bisa semakin bertambah.

Perhatikan dua bagan berikut, ini adalah salah satu contoh dari penyelesaian permasalahan ala EduCenter.

Problem-Murid-dan-Orang-Tua-1-696x392
Sumber bagan : http://www.educenter.id
Solusi-Edu-Center-696x392
Sumber bagan : http://www.educenter.id

Nah, jika keluarga Anda ingin merasakan kebahagiaan bersama keluarga dan memaksimalkan persiapan pendidikan anak, maka EduCenter adalah pilihannya. Bagi yang tertarik silahkan DAFTAR saja melalui link tersebut.

Selamat mempersiapkan masa depan dan berkontribusi untuk bangsa melalui persiapan pendidikan yang berkualitas.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s