Sekarang Nge-blog itu Biasa, Maka dengan Nge-vlog Anda Memiliki Nilai Lebih

Sebagai seorang guru, saya dapat melihat dan membandingkan perubahan gaya pembelajaranku di zaman dulu dengan pembelajaran siswaku di zaman sekarang.

Salah satunya, jika dulu kami dengan mudah belajar dengan mengandalkan gaya auditori alias banyak mendengar penjelasan guru. Sekarang, siswa lebih tertarik dengan gaya visual. Itupun dengan video singkat yang dirancang dengan kekinian.

Bahkan kalau guru terlalu banyak menjelaskan, nampaknya siswa gampang merasakan kebosanan. Mereka terlihat mudah kehilangan konsentrasi dan sering gagal fokus.

Menariknya lagi, ketika siswa diajak membuat video tentang topik yang sedang dipelajari, malah tingkat antusiasnya pun lebih baik lagi. Bukan itu saja, kemampuan dan kreativitas mereka pun dapat semakin tereksplorasi.

20171208_104221
Siswaku yang sangat melek dengan blog dan vlog

Begitulah tantangan bagi kami guru yang berasal dari Generasi X. Mau tak mau kami harus selalu meng-upgrade diri. Mulai belajar membuat pembelajaran dengan video (vlog). Tapi bagi saya pribadi, belajar vlog bukan saja karena menghadapi siswaku, tapi posisiku sebagai blogger juga. Sebab seorang blogger yang mampu nge-vlog ternyata menjadi nilai lebih dan ada saja peluang dari keahlian tersebut.

Beruntungnya diriku. Ternyata ada saja kesempatan yang saya miliki untuk meng-upgrade diri dalam membuat video (vlog). Salah satu komunitas yang saya maksud adalah Indonesia Social Blogger (ISB).

Blogger Gathering Perdana CNI-ISB di 2018

Minggu (4/3/2018) merupakan blogger gathering CNI-ISB perdana di tahun ini. Kali ini blogger gathering CNI-ISB mengusung tema “Create Your Story With Smartphone”. Dalam hal tema, ini berhubungan dengan pembuatan vlog atau yang dikenal juga dengan kepanjangannya, video log.

20180304_133211
Ani Berta, Founder ISB, menginspirasi dan memotivasi para blogger untuk tetap upgrade diri.

Bagi saya pribadi, blogger gathering CNI-ISB ini, merupakan kali ketiganya saya ikuti. Tentu dengan topik yang berbeda. Menariknya, tidak pernah ada kata bosan mengikuti even CNI-ISB, sebab selalu menawarkan ilmu baru yang langsung dapat dipraktikkan bagi saya sebagai seorang blogger.

Adapun narasumber kali ini dibawakan langsung oleh Kang Dudi, atau lengkapnya Dudi Iskandar yang berprofesi sebagai seorang photographer dan vlogger.

20180304_133844
Kang Dudi, dengan tulus mengajarkan tentang ilmu nge-vlog

Setelah memperkenalkan diri, Dudi bertanya kepada peserta, mengapa pada smartphone kita perlu dimanfaatkan fitur video? Dengan gayanya yang cool menyampaikan bahwa sekarang ini banyak orang yang tertarik dan menyenangi video. Tapi perlu dibedakan antara video secara umum dengan video yang dibahas kali ini, vlog. Bedanya bahwa dalam vlog tersebut kekuatannya menampilkan ‘akunya’. Maksudnya dalam vlog, peran atau cerita kita harus tampil disana.

Dalam membuat sebuah blog, setidaknya ada empat kemampuan yang harus dimiliki seseorang yakni mampu mengoperasikan HP, mengedit, membuat naskah dan menyebarkannya.

Sementara untuk alat yang dibutuhkan seorang vlogger adalah smartphone, trippod, remote control, microphone, dan yang lainnya.

Berbicara tentang kualitas vlog, maka diharapkan vlog harus menampilkan gambar yang baik, tidak goyang. Selain itu, vlog harus memperdengarkan suara yang jelas.

Untuk mendapatkan gambar yang baik atau stabil alias tidak goyang, maka seorang vlogger sangat membutuhkan sebuah alat yang dikenal dengan trippod. Sementara itu, untuk memperoleh gambar, setidaknya ada dua teknik shooting yang perlu dipahami. Pertama, long short. Berikutnya, cut to cut. Longshort itu adalah teknik pengambilan gambar sambil berjalan. Cara ini memiliki kelemahan yakni gambar yang diambil cenderung goyang. Jadi yang menggunakan smartphone kurang disarankan untuk menggunakan teknik longshort. Kecuali si vlogger menggunakan alat seperti gimbal.

Sementara untuk teknik shooting kedua yakni cut to cut. Seorang vlogger shoot dari satu momen ke momen lain dengan melakukan ‘cut’. Dalam hal ini ada baiknya untuk setiap scene dibatasi antara 5-15 detik saja.

Berbicara tentang konten, maka sejak awal seorang vlogger harus membuat videonya semenarik mungkin, sehingga orang bisa bertahan lama untuk menyaksikan. Menurut survei, bahwa seseorang akan bertahan dengan konten vlog sekitar 8.25 detik sajaa. Setelah itu akan ditinggal oleh penontonnya.

Ngevlog dengan Aplikasi Legenda dan Power Direction

Perlu pembaca ketahui, bahwa blogger gathering CNI-ISB ini merupakan pembelajaran yang sangat aplikatif. Sebab porsi untuk prakteknya jauh lebih banyak daripada berteori. Atau bisa dibilang teori sekirar 30 menit saja. Sementara untuk prakteknya asa sekitar 90 menit.

Dari 30 peserta, ternyata semua antusias mengikuti sesi teori dan prakteknya. Bahkan para peserta dijamin sudah bisa membuat sebuah vlog yang menarik sesudah selesai proses workshopnya.

Sementara dalam workshop kali ini, Kang Dudi sebagai fasilitatornya memperkenalkan dan mengajarkan dua aplikasi yang sudah di install peserta terlebih dahulu, yaitu aplikasi legenda dan power direction.

Screenshot_2018-03-04-14-35-53
Contoh hasil nge-vlog dari penulis

Ternyata untuk mempelajari kedua aplikasi tersebut ternyata sangat mudah. Tinggal kita tekun saja untuk mengutak-atik dan mencoba aplikasi tersebut. Apalagi pada aplikasi tersebut tekah dilengkapi dengan tutorial. Memang dengan dapat bimbingan langsung dari pakarnya tentu jauh lebih praktis daripada kita belajar dari tutorialnya. Itulah sebenarnya keuntungan bisa terdaptar dari bagian komunitas ISB.

Berselancar seperti CNI

Memang zaman senantiasa berubah. Teknologi terus berkembang. Maka beradaptasi dan belajar adalah dua sikap bijak yang perlu kita lakukan untuk bisa berselancar dalam setiap perubahan. Layaknya CNI yang telah asik mengarungi gelombang perubahan tersebut.

CNI4
Sumber : CNI

CNI yang terkenal dengan produk-produk unggulannya, tidak akan mampu bertahan hingga pulugan tahun jika hanya mempertahankan sistem konvensionalnya. Tapi mengingat sekarang zamannya semakin canggih akibat kehadiran teknologi informasi yang semakin upgrade, maka CNI pun hadir dengan tampilan baru. Anda pun bisa berbisnis produk-produk CNI dengan teknologi terkini seperti memanfaatkan internet dan teknologi digital.

Begitu pula seorang blogger, harus tetap meng-upgrade diri seperti CNI tersebut, mengingat kompetisi sebagai blogger semakin ketat. Jadi ada baiknya sebagai seorang blogger tetap memiliki nilai tambah dibanding blogger lain. Misalnya dengan ngevlog.

Akhirnya, sudahkah Anda memiliki nilai tambah sebagai blogger?

3 comments

  1. Setuju dengan gaya belajar anak sekarang yang lebih suka video. Di dunia kerja gitu juga sampai ada lomba video di kantor. Pegawai yang muda semangat banget tuh bikin video keren.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s