Bahagia Berasuransi Ketika Paham Manfaatnya

20170708_092101

Semua orang pasti memiliki mimpi. Bahkan dari sejak kanak-kanak hingga orang dewasa. Sesungguhnya mimpi tersebut penggerak dari tindakan. Eleanor Rosevelt sendiri pernah berkata bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan dari mimpi-mimpi.

Screenshot_2018-04-12-18-08-55-1-1

Melalui sebuah survei kecil-kecilan yang saya buat di sebuah media sosial (facebook) tentang apa “impian yang ingin diwujudkan sebelum usia 40 tahun”. Ternyata banyak orang yang antusias membahas impian. Walau hanya 19 responden yang memenuhi kriteria yang benar-benar menjawab sesuai pertanyaan yang saya diajukan.

Screenshot_2018-04-12-00-52-22-1

Dari 6 opsi, ada 2 orang yang memimpikan asuransi sebagai prioritas sebelum usia 40 tahun. Sementara 9 orang memilih kuliah S2 atau S3. Selain itu ada 3 orang yang ingin memiliki rumah, 3 orang yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai daerah, serta 2 orang yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri.

Nah, bagaimana dengan saya?

Setelah menikah, saya merancang impian sebelum memasuki usia 40 tahun. Diantaranya, memiliki rumah dan mobil. Saya pun tidak hanya memimpikan, tapi serius mewujudkannya.

Bukti keseriusanku, maka harus belajar membuat prioritas dalam pengalokasian dana. Setidaknya, harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Dengan demikian, berharap impikan segera terwujud.

Dengan komitmen yang kuat, maka tahun 2006, saat saya masih 31 tahun, berhasil mewujudkan impian pertama yaitu memiliki rumah. Disusul dengan impian berikutnya membeli mobil diusia 36.

Tetapi ketika sudah memiliki rumah dan mobil, ada kesadaran baru ketika berdiskusi panjang lebar dengan teman. Saya mulai terbuka untuk berasuransi. Padahal dari dulu saya sangat alergi mendengar kata asuransi. Sebisanya selalu menghindar dari teman yang berprofesi sebagai agen asuransi. Sebab saya beranggapan bahwa saya masih muda, kuat dan sehat. Jadi untuk apa berasuransi?

Kemudian teman berkata justru ketika muda, kuat dan sehatlah kita seharusnya berasuransi. Ketika umur sudah semakin tua, maka biaya premi asuransi tentu akan semakin mahal. Sementara kalau sudah sakit-sakitan, jangan pernah berharap kalau lembaga asuransi tersebut masih mau menerima kita.

Jadi memiliki rumah dan mobil itu sah-sah saja menjadi bagian prioritas keluarga. Apalagi hal itu didasari pada kebutuhan. Tapi sayang jika tidak “menjadikan asuransi sebagai salah satu impian untuk melindungi diri sendiri atau keluarga” sebagai proritas. Mengapa?

Bahwa “tidak ada seorang pun yang bisa menjamin hidup tanpa resiko”, misalnya kematian, penyakit kritis, kecelakaan, dan yang lainnya. Hal itu tentu menjadi masalah bagi tulang punggung keluarga jika benar-benar terjadi.

Saya sendiri sebagai tulang punggung keluarga semakin menyadari bahwa harus segera berasuransi sebagai bukti cinta untuk keluargaku. Dan semakin yakin bahwa asuransi tersebut merupakan investasi terbaik untuk masa depan.

Akhirnya sebelum menjelang usia 40, saya memutuskan untuk memiliki asuransi. Untuk itu saya mulai mempelajari manfaat asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Saya pun mengambil asuransi jiwa sebagai proteksi dasar. Kemudian tidak lupa menambah proteksi kesehatan, penyakit kritis, dan kecelakaan. Serta dipadu dengan asuransi yang memiliki unit link. Unit link sendiri merupakan produk asuransi yang bisa dijadikan sebagai investasi di masa depan. Misalnya kelak dapat mendukung dana pendidikan anak serta dana pensiun ketika tidak bekerja lagi.

Nah, sekarang asuransiku sudah memasuki tahun keempat. Tentu karena sudah mengerti manfaat asuransi, bagiku hal itu bukan sebuah beban. Tapi sebagai sebuah kebahagiaan karena sudah memiliki jaminan proteksi dan biaya masa depan.

Jadi, sudahkah Anda juga merencanakan finansial dengan berasuransi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s