Konsumen Bukan Raja, Tapi Jadilah Koncer

received_1382619511859436-1
Ilustrasi belanja online. dokpri

Konsumen adalah raja. Begitulah ungkapan terhadap seorang konsumen di “zaman old” seolah ingin membuat konsumen tersebut tersanjung dan terbuai. Hingga akhirnya konsumen menerima saja berbagai kekurangan dari barang dan jasa yang telah dibelinya.

Terus, di “zaman now” masih maukah dipanggil konsumen adalah raja? Malu dong! Masak raja dapat dibohongi?

Fakta mencatat. Semakin banyak saja ternyata konsumen yang tertipu, mengeluh dengan buruknya pelayanan dari penjual, hingga tidak puas dengan kualitas barang dan jasa yang dijanjikan.

Nah, menurut hemat saya, alangkah lebih baiknya kita menjadi warga si koncer aja deh. Maksudnya, warga yang menjadi konsumen cerdas dan bijak. Tidak perlu dapat julukan sebagai raja.

sikoncer

Apalagi di era sekarang, era internet dan era digital. Semakin terbuka luas saja penjualan barang dan jasa yang dijual dengan sistem online. Suka tidak suka dan mau tidak mau, kita sebagai konsumen pun harus mengikuti sistem tersebut. Masalahnya sudah banyak barang dan jasa yang kita butuhkan tidak lagi dijual di tempat-tempat umum. Tapi kita mungkin hanya dapatkan dengan berbelanja online.

Saya pribadi tidak bisa memungkiri hal tersebut. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya sudah mulai membeli barang atau jasa dengan online. Seperti pulsa, token listrik, tiket pesawat dan masih banyak lagi. Untungnya hingga sekarang masih aman-aman saja. Dan belum memiliki pengalaman buruk sebagai konsumen.

Berbeda dengan pengalaman istriku. Dia pernah menjadi konsumen yang dikecewakan. Misalnya ketika membeli tas dan pakaian melalui belanja online. Ada beberapa pengalaman yang kurang menyenangkan baginya. Antara lain, gambar dan produk aslinya sangat berbeda. Pernah juga kejadian, bahwa barang yang diterima terdapat beberapa noda dan cacat. Hingga pakaian yang dibelinya tidak pas di badan.

Pengalaman yang demikian bukan saja pernah terjadi pada istri. Ternyata banyak juga orang lain yang mengalami hal yang sama. Singkatnya kecewa berbelanja online.

 

 

 

This slideshow requires JavaScript.

Berdasarkan survei kecil-kecilan yang saya lakukan di sebuah media sosial, berikut adalah beberapa contoh pengalaman yang tidak menyenangkan selama berbelanja online. Berikut adalah rangkumannya.

  • Barang tidak sesuai dengan yang diiklankan.
  • Jasa pengiriman error, dua minggu barang br sampai.
  • Barang tidak sesuai dengan fotonya, kalau beli baju dan sepatu gak bisa nyoba, ukuran kadang berbeda. Kalo gak teliti bisa kena tipu.
  • Jasa pengiriman kadang lama. Harus teliti sebelum membeli dan membaca review-nya supaya tidak kecewa.
  • Sering warna yang dipromosikan tidak sesuai dengan warna barang yang dikirim.
  • Pernah beberapa kali, barang tidak sesuia dengan gambar, waktu kita pesan katanya readi tapi begitu trasfer uang, barang katanya kosong dan uang gak bisa kembali harus pilih barang yang lain, itu yg bikin naik darah. Kadang saya merasa ini penipuan jadi harus lebih teliti karena penjual sama sekali gak mau tanggung jawab.
  • Ada barang yang datang tidak sesuai ekspektasi atau gambar, pernah juga tidak sesuai spec yang tercantum di website, akhirnya barang dikembalikan tapi refundnya lama banget dikembalikan.
  • Barang tidak sesuai ekspektasi

Lantas, haruskah semua ramai-ramai meninggalkan sistem belanja online? Atau kembali berbelanja secara manual? Harus kita sadari dan akui, bahwa era ini adalah era yang sudah berbeda dari era sebelumnya. Perubahan dan situasinya memang telah ‘memaksa’ orang untuk beralih berbelanja online.

Dan perlu juga kita ketahui, sesungguhnya masih banyak sisi positif dari belanja online tersebut. Seperti yang disampaikan responden survei yang saya lakukan. Bahwa mereka masih memiliki alasan untuk membeli dengan sistem online yakni:

  • Mudah mendapatkan barang yang diinginkan.
  • Tidak perlu repot keluar rumah. Tinggal klik pilihan barang. Lebih lengkap. Harga tinggal pilih yang sesuai kantong. Tidak usah tawar menawar tinggal cari barang yang termurah dengan merk yang sama.
  • Gak capek keliling toko, gak perlu repot kesana kemari, hemat waktu belanja.
  • Tidak perlu keliling toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan, bahkan kadang untuk barang yang jarang didapat. Pilihan barang lebih banyak dan bisa menyesuaikan dgn kebutuhan dan kondisi keuangan.
  • Lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan.
  • Mudah dan banyak pilihan.
  • Gak perlu kemana-mana dan bisa darimana saja untuk mengordernya asal ada jaringan internet, pilihan lebih banyak, lebih update, hargapun bisa disesuaikan dgn kantong.
  • Simple, transaksi bisa dilakukan di mana aja, bahkan di saat santai atau istirahat (di rumah, liburan). Dan tingkat peluang terpenuhi kebutuhan transaksi tinggi, karena banyak alternative alat bayar.
  • Mudah, hemat dan efisien. mudah, tinggal pilih dan klik. hemat, cuma bayar ongkir, gak keluar biaya lain-lain saat nyari barang. hemat waktu juga, saat pulang kantor pasar udah tutup, klo online buka 24 jam.
  • Cepat, saving time and money.

Hanya sebagai konsumen, tentu perlu menyikapi sistem belanja online dengan bijak dan cerdas. Untuk itu, konsumen harus mempersiapkan diri dari sisi pengetahuan seputar seluk beluk belanja online. Begitu pula belajar dari berbagai pengalaman. Baik itu pengalaman dari diri sendiri maupun pengalaman orang lain. Sebab orang bijak berkata bahwa pengalaman adalah guru yang baik.

Kemudian konsumen juga perlu mengetahui siapa konsumen, serta hak dan kewajibannya.

Menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tepatnya pada pasal 1 ayat 2 bahwa konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk
hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Harkonas-3
Sumber infografis : kominfo.go.id

Sementara hak konsumen dapat dibaca pada pasal 4. Hak konsumen yang dimaksud adalah (a) hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; (b) hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi
serta jaminan yang dijanjikan. (c) hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; (d) hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; (e) hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; (f) hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; (g) hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; (h) hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; (i) hak­hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang­undangan lainnya.

Adapun kewajiban konsumen ada di pasal 5 yakni: (a) membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan; (b) beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa; (c) membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati; (d) mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Nah, dengan pemahaman tentang konsep konsumen serta hak dan kewajibannya, maka sebagai konsumen mengetahui bahwa payung hukum untuk seorang konsumen tersebut ternyata sangat kuat. Jadi tidak perlu berkecil hati dan ragu sebagai konsumen.

2203_Menjadi-Konsumen-Cerdas-01
Sumber infografis : kominfo.go.id

Hanya saja, seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa jadilah “Konsumen Cerdas di Era Digital“. Telitilah sebelum membeli barang, perhatikan label dan waktu kadaluarsa, perhatikan produk sesuai standar dan beli sesuai kebutuhan dan bukan keinginan.

Sumber Referensi :

  1. Hasil survey
  2. Sumber infografis : http://www.kominfo.go.id
  3. UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s