Mengembangkan Kecerdasan Literasi Bersama Dumet School

20171208_104310

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramudya Ananta Tour)

Quote di atas adalah salah satu alasanku untuk terus menulis. Saya ingin karya tulisku kelak menjadi warisan. Dapat berguna bagi generasi penerus.

Selain itu, berharap juga dengan tulisanku dapat menginspirasi orang lain serta memperluas perbendaharaan pengetahuan. Singkatnya, dengan menulis maka dapat memberi sumbangsih di dunia literasi.

Untuk itu, saya terus mencoba menghapus kata bosan dan lelah berlatih menulis dalam kamusku. Dengan demikian, saya mampu membangun fondasi antusiasme, konsistensi dan disiplin diri dalam menulis.

 

Screenshot_2018-12-17-20-37-06-1-1

 

Faktanya, sejak 2014 hingga sekarang (2018) secara perlahan, saya merasakan jelas perkembanganku dalam dunia tulis menulis.

Kalau dibuka kembali catatan Resolusi 2018 yang sempat saya tulis diakhir tahun 2017 lalu, salah satunya tercatat di sana, saya ingin menulis 180 artikel selama di 2018. Dan ternyata resolusi tersebut sudah berhasil tercapai hingga akhir Desember 2018. Bahkan bisa dibilang melebihi target.

Ada banyak cara yang saya lakukan untuk tetap mempertahankan antusiasme, disiplin dan konsistensi menulis tersebut. Misalnya bergabung dengan komunitas penulis yang dapat saling mengasah. Kemudian mengikuti berbagai kegiatan kompetisi atau lomba menulis.

Bergabung dengan komunitas penulis dan mengikuti ajang kompetisi menulis adalah dua cara untuk mempertahankan antusiasme, konsistensi dan disiplin dalam menulis.

Ketika mengikuti lomba menulis, sebenarnya manfaatnya tidak sekedar bicara rewardnya saja lho. Tapi ketika mengikuti lomba menulis, ada tantangan tersendiri yang membuat kita “dipaksa” berkembang.

Dengan mengikuti lomba menulis, sesungguhnya saya sedang mengukur kompetensi dalam menulis. Misalnya, kalau penyelenggara atau dewan juri luluh hatinya dan menjatuhkan pilihannya pada tulisanku, itu artinya tulisanku sudah mendapat penilaian yang baik dari pihak lain.

Di samping itu, dengan mengikuti lomba menulis, maka saya terbantu untuk mendapatkan ide dan tema tulisan yang sangat variatif. Serta akan berusaha sesegera mungkin menuntaskannya karena ada deadline yang telah ditetapkan penyelenggara. Bukankah hal itu membuat akhirnya disiplin dalam menulis?

Nah, yang tidak kalah penting, ketika saya menulis maka tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Mungkin bisa jadi inspirasi, pengetahuan dan informasi.

Saya jadi teringat dengan tulisan saya baru-baru ini yang berjudul “Rebranding Sentra IKM Tanggulangin sebagai Pintu Masuk Menyusuri Era Industri 4.0”. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang Industri Kecil Mengengah (IKM) yang ada di kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Dulunya, daerah tersebut terkenal dengan industri kulitnya hingga ke mancanegara, tapi sempat redup karna peristiwa meluapnya lumpur di Sidoarjo serta kalah bersaing dengan produk China. Sekarang IKM ini ingin digalakkan kembali agar dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai penulis, saya turut tergerak untuk ikut berkontribusi memperkenalkan IKM tersebut melalui tulisan. Menariknya, ajang ini pun didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Daerah dalam bentuk Lomba Jurnalistik Rebranding Sentra IKM Tanggulangin.

Dengan niat tulus yang ingin berkontribusi, akhirnya saya mencoba mengirimkan tulisan ke panitia penyelenggara lomba. Tidak disangka dan tidak diduga, tulisanku ternyata terpilih menjadi pemenang kedua. Bahagianya double. Bahagia karena turut berkontribusi dan karya tulisku pun dihargai.

IMG-20181215-WA0005

Ayo Ikutan Lomba Menulis Blog Dumet School

Melihat saya termasuk aktif menulis dan sering memenangkan lomba, maka seorang teman berkata, “Kawan, ajarin dong bagaimana caranya memulai menulis” ada pula yang bertanya begini “Bagaimana cara bagi waktu untuk menulis serta cara mempertahankan semangat menulis tersebut biar tetap konsisten?”

Itulah dua pertanyaan yang sering saya terima dari teman-teman seputar tulis menulis.

Saya menjawabnya sederhana saja. Pada dasarnya kita yang sudah pernah menginjakkan kaki di bangku sekolah, sebenarnya sudah memiliki ketrampilan dasar untuk menulis. Tinggal berlatih dan mengembangkannya saja.

Tapi, ada satu hal yang perlu dipikirkan dan dipahami sebelum benar-benar mau menulis, mengapa kita harus menulis? atau apa sesungguhnya tujuan kita ingin menulis? ketika seseorang sudah mampu merumuskannya dengan baik, sesungguhnya permasalahan menulis sudah terpecahkan sebagian. Karena alasan atau tujuan menulis tersebut akan menjadi kekuatan motivasi dari seseorang penulis.

Kemudian kita bergerak dari ranah mindset menuju mental.

Silahkan mengevalusasi, mengapa kita begitu  begitu sulit untuk memulai menulis. Mungkin ini ada urusannya dengan “mental block”. Bisa jadi di sana masalahnya. Mari cari dan pahami akar masalahnya. Sebab dengan memahami akar permasalah, maka sesungguhnya kita lebih mudah menyelesaikannya.

Saya beberapa kali melakukan diskusi dan survei kecil-kecilan dengan beberapa teman tentang alasan mereka sulit memulai menulis, jawabannya hampir senada. Umumnya, mereka tertarik ingin menulis, tapi seolah ada yang membentengi diri mereka. Misalnya benar-benar kesulitan menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Ada yang beralasan terlalu sibuk dengan pekerjaaan. Serta kurang percaya diri kalau tulisannya akan dibaca orang lain.

Sesunggungnya, saya pun dari dulu memiliki masalah pada ketiga alasan tersebut. Tetapi mencoba perlahan keluar dari jeratan “mental block” tersebut.

Caranya, mencoba mikirin ide sederhana dulu dan menuangkan dalam tulisan singkat, biasanya satu atau paragraf sudah cukup. Kemudian saya pun mencoba menghindari mengedit tulisan ketika masih sedang proses menulis. Karena biasanya dengan mengedit tulisan di awal, terkadang membuat tulisan tidak pernah selesai. Sudah, biarkan saja mengalir dulu. Mau jelek, berantakan atau gak nyambung, gak masalah. Lama kelamaan akhirnya terbiasa menulis, itu dulu yang penting.

Nah, kalau bicara tentang sibuk, bagi saya, justru kesibukan itu adalah lahan yang subur bagi ide menulis. Dan sebenarnya, ada banyak momen yang bisa saya gunakan untuk menulis. Misalnya ketika menunggu sesuatu berjam-jam, biasanya draft tulisan pasti jadi sejadi-jadinya. Tinggal menyentuh sana-sini, terus publikasi di blog.

Sementara kalau untuk urusan percaya diri, hal itu perlu dibangun waktu ke waktu. Bagi saya, yang penting jangan pernah malu kalau ide kita ditertawain orang. Jangan pernah mundur ketika orang bilang tulisan kita jelek. Toh segala sesuatunya diawali dengan ketidaksempurnaan.

Kalau kita sudah selesai dengan urusan mindset dan mental block, maka sekarang urusannya memulai menulis. Kalau sudah urusan ketrampilan menulis itu sih tinggal butuh proses dan kalau sudah semakin sering mencoba pasti akan terasah.

Nah, kalau ingin mencoba memulai menulis dan ingin menawarkan gagasan, tidak ada salahnya kalau kamu sering-sering aja mampir ke DUMET School karena di sana setiap bulannya ada lho Lomba Menulis Blog yang terbuka untuk umum. Jarang-jarang lho ada penyelenggara melakukan lomba menulis setiap bulan dan sudah berlang selama kurang lebih dari dua tahun.

Setelah beberapakali mengikuti Lomba Menulis Blog yang diselenggarakan oleh DUMET School, setidaknya saya punya 5 alasan sering ikut berpartisipasi. Menurut saya, alasan ini pun relevan bagi pemula atau yang sudah melalangbuana di dunia tulis menulis.

  1. Thema sangat variatif, sehingga kita memiliki kesempatan untuk belajar berbagai hal.

  2. Pemula yang mau belajar dan serius pun berkesempatan menjadi pemenang.

  3. Kalau tulisan peserta masih ada yang kurang lengkap, biasanya diberitahukan sebelum penutupan via email.

  4. Pemenang setiap bulannya 10 orang. Jadi kesempatannya juga lebih besar.

  5. Pengumuman pemenang tidak pakai lama. Kalau Deadline tanggal 25, pengumumannya langsung tanggal 29. Hadiahnya juga ditransfer secepat kilat

Mau coba? Langsung saja ikutan! mumpung ini masih tanggal 20 lho!

Tapi kalau ingin lebih serius menekuni dunia tulis menulis dengan menggunakan blog, kamu bisa belajar terlebih dahulu di Dumet School deh!

Di Dumet School, setidaknya ada beberapa program yang relevan dengan membangun blog atau website yang keren. Ini saya tunjukin rahasianya deh.

Screenshot_2017-10-25-18-05-52-1

Seandainya masih bingung memutuskan, kamu bisa coba dulu free trial lho!

FREE TRIAL

atau hubungi

Atau hubungi kami di 021-2941-1188
info@dumetschool.com

 

Selamat mencoba dan selamat berkarya!!!!!!!!

 

3 comments

    • Setuju Pak… DUMET School memberi kesempatan kepada semua orang, tiap bulan dan prosesnya cepat hehehe.

      Btw. Saya selalu ingat bapak kalau lihat SNI hahaha…. pernah sama2 juara di sana.

      Salam hangat juga dari Bekasi Pak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s