Berharap 2018 Menjadi Pintu Masuk

WhatsApp-Image-2018-10-04-at-07.35.51-1
Training Menulis PAKSU (Sumber gambar: http://paksu.info/training-menulis-paksu/2/)

Saat itu (23/5/2018), Aku sedang menghadiri acara “Buka Bersama dan Ngobrol Santai Bersama Bapak Jokowi” tentang “Masa Depan Indonesia dan Konsep Indonesia 4.0” bersama ratusan undangan yang hadir. Aku sendiri merupakan salah satu dari lima orang yang mewakili Komunitas Indonesia Social Blogpreneur (ISB).

Ketika sedang mengikuti rangkaian acara dengan serius, tiba-tiba nada getar handphone-ku terasa di kantong. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

Mengingat acara tersebut begitu penting dan langka bagiku, maka sengaja handphone-ku tidak kuangkat. Apalagi nomor si penelepon tersebut tidak tertera di handphone-ku. Menurutku, mungkin telepon tersebut salah sambung atau tidak terlalu penting, sehingga tidak mendesak untuk kuangkat.

Tetapi setelah acara selesai, rasa penasaranku pun muncul tiba-tiba pada nomor si penelpon tadi. Apalagi orang tersebut telah berkali-kali menelponku. Tak sabar, aku pun mencoba menghubunginya kembali. Tidak lama kemudian, orang tersebut pun menggangkat handphonenya. Dia mulai memperkenalkan diri serta menyampaikan maksud dan tujuannya meneleponku.

Singkat cerita, melalui pembicaraan yang begitu singkat, ternyata sebuah komunitas (PAKSU) memintaku menjadi trainer pada sebuah acara “Training Menulis” bagi sekitar 30 orang alumni dari lintas profesi.

Antara senang dan tidak percaya. Dalam benak, saya pun bertanya, “Siapakah aku? sampai aku dapat kesempatan untuk menjadi trainer bagi para alumni dari Sumatera Utara (PAKSU)”. Kalau menjadi trainer menulis untuk anak-anak SMA bagiku sudah biasa. Apalagi sudah tiga tahun membina ekstrakurikuler menulis di sekolah tempatku mengajar. Ini masalahnya untuk para alumni yang sudah bekerja di berbagai bidang profesi.

Awalnya berat untuk menerima permintaan tersebut. Tetapi dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya aku pun menyanggupi untuk menjadi trainer menulis pada even tersebut. Bagiku ini adalah tantangan dan sekaligus mencoba untuk naik tingkat.

Training yang dimaksud pun akhirnya terlaksana 30 Juni 2018 dengan baik. Aku menjadi salah seorang pembicara dari tiga pembicara yang diundang. Harus kuakui bahwa pada awalnya lumayan terasa juga grogiku, tapi lama kelamaan dapat terkendali.

Aku bersyukur, pada waktu training aku dapat bagian praktek menulis. Ekspektasiku, agar semua peserta training menghasilkan karya sebelum menyelesaikan training. Ekspektasiku tidak terlalu meleset, setidaknya sekitar 70% peserta dapat menyelesaikan tulisannya pada training tersebut.

WhatsApp-Image-2018-10-04-at-07.35.54-1-768x576
Training Menulis PAKSU (http://paksu.info/training-menulis-paksu/2/)

Museum Anatomi Lantai 1, Gedung Fakultas Kedokteran UKI, Jakarta Timur menjadi saksi dari training tersebut. Bagiku ini adalah pengalaman yang sangat penting di tahun 2018. Mengingat sejak dulu, aku selalu memimpikan menjadi seorang trainer. Walau masih bingung mau jadi trainer bidang apa. Barangkali pengalaman di tahun 2018 akan menjadi pintu pembuka bagiku memulai bidang ini, secara khusus menjadi trainer di bidang menulis.

Tentu hal itu bukan sesuatu yang gampang. Harus terlebih dahulu membenahi diri, memperbanyak jam terbang dalam menulis sehingga benar-benar sudah memiliki berbagai sisi pengalaman dalam menulis.

Akhir kata, semoga pengalaman tahun 2018 menjadi pintu pembuka untuk menggeluti sebagai trainer menulis di tahun-tahun yang akan datang.

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s