Pada Akhirnya, Mereka Akan Mengerti

Memiliki pendapat yang berbeda, bahkan pendapat yang tidak populer, umumnya seseorang akan dianggap aneh dan cenderung menjadi bahan olok-olokan. Walaupun pendapat yang berbeda itu sebenarnya merupakan pendapat yang benar dan jauh lebih baik daripada yang lainnya. Terkadang suara mayoritas dapat mengalahkan suara minoritas.

Saya sendiri memiliki pengalaman yang demikian. Di waktu zaman kuliah dulu, ketika kuliah Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kampus, kami sering digabung dengan beberapa jurusan yang berbeda. Bahkan peserta kuliah bisa hingga mencapai ratusan orang.

Nah, bisa Anda bayangkan, dengan jumlah mahasiswa yang sebegitu banyak, tentu semua mahasiswa tidak akan terpantau oleh dosen. Bagi mahasiswa yang rajin akan setia mengikuti perkuliahan, sebaliknya yang malas akan memanfaatkan kesempatan untuk nitip absen ke orang lain.

Saya sendiri berkali-kali mendapat pesanan dari teman-teman yang ingin bolos kuliah untuk menitip absen alias menandatangani absen mereka walaupun mereka tidak hadir di ruang kelas perkuliahan. Tetapi saya selalu berkata, “tidak”.

Saat itu saya punya prinsip dan pendapat yang berbeda dengan teman-teman pada umunya, bahwa menitip absen adalah sebuah tindakan dan kesalahan besar. Bagi sebagian besar teman-teman, hal itu biasa saja. Toh dosen tidak akan tahu dan tidak pernah melakukan pengecekan satu persatu dengan absen tersebut.

Tapi menurutku, hal itu akan membangun mental yang buruk bagi yang senang bolos. Bukan itu saja, bagi yang mau dititipin absen pun tetap akan terbangun budaya kompromi.

Dengan prinsip dan pendapat yang demikian, tidak jarang saya mendapat olok-olok, sok idealis dan sok suci segala dari teman-teman kuliah. Tapi bagiku tidak masalah, selagi yang saya lakukan adalah sebuah kebenaran dan kebaikan. Toh pada akhirnya mereka akan terbiasa dengan prinsip dan pendapatku. Sehingga dikesempatan lain mereka tidak akan mau lagi menitip absen.

Dan faktanya demikian, setelah berkali-kali menolak permintaan yang demikian, pada akhirnya teman-teman yang senang menitip absen pada akhirnya mengerti dan mengahargai pendapat dan prinsipku.

#Tantangan Menulis – 5 dari Kata Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s