Pesan Ibu Tak Lekang oleh Waktu


jasmine

Seandainya waktu bisa diulang, satu hal yang ingin kuminta, bermain dan dimanja oleh ibuku. Rindu rasanya ingin menikmati kembali indahnya masa kecil. Banyak cerita yang ingin dikenang kembali. Cerita tentang cinta dan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.

Cerita tentang ibu memang tidak akan ada habisnya. Seperti kasihnya, yang tiada tara dan tanpa batas.  Sejak dari kandungan hingga masa kanak-kanak, ibu begitu peduli dengan tumbuh dan kembangku.

Ketika masih bayi, ibu adalah sosok yang paling cepat terjaga ketika aku terbangun di tengah malam. Ketika terjatuh saat baru belajar berjalan, ibu selalu di sampingku. Dan ketika menangis tanpa alasan yang jelas, ibu selalu menghibur dan membujukku.

Ketika memasuki masa remaja. Ibu adalah sosok yang paling was-was dengan pergaulanku. Berteman dengan siapa dan sedang pergi kemana. Ibuku tidak rela masa yang singkat itu tergadai dengan pergaulan yang tidak baik. Mungkin hampir tiap remaja tidak menyenangi hal seperti itu, tapi setelah dewasa baru akan menyadarinya bahwa itu adalah tanda kepedulian dari seorang ibu.

Bukan itu saja, saat aku sudah dewasa, cintanya tidak pernah pudar dan padam. Bahkan ketika sudah berkeluarga, cintanya terduplikasi, bukan hanya untukku saja, tapi menantu dan cucunya juga.

Sosok ibu adalah sosok yang begitu berarti dalam hidupku. Cinta dan pengorbanannya sangat tulus kepada anak-anaknya. Kebaikan dan kepeduliannya layak untuk diteladani. Bahkan tidak ada kata pilih kasih dan membeda-bedakan pada setiap anak-anaknya.

Masihkah kita mengingkari betapa besarnya kasih seorang ibu? Ingatlah, kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu

Nah, bagi pembaca yang ingin mengenang kembali akan cinta dan pengorbanan ibu, terutama yang sudah lama merantau dan jarang bertemu dengan ibu (seperti aku), barangkali lagu yang dinyanyikan Jasmine Elektrik ini akan dapat membantu kita untuk bernostalgia melalui lantunan syair yang begitu indah dan penuh makna.

Screenshot_2019-01-31 Jasmine Elektrik ( jasmineelektrik official) • Instagram photos and videos.png
Sumber : IG @jasmineelektrik_official https://www.instagram.com/p/BoiJk8vnKDJ/

I B U

Kau ajariku berjalan, membimbingku perlahan
Hingga tercapai segala yang kucita-citakan
Selamaku dibesarkan, selamaku di pelukan
Begitu banyak dosa yang telah aku lakukan
Buat ibu terluka, buat ibu kecewa
Mohonku diingatkan, mohonku dimaafkan
Kukayuh perahu menuju pulai citaku
Diiringi doa nasehat bijakmu ibu
Kuarungi hidup berbekal ilmu darimu
Kasih sayangmu ibu tak terbantahkan waktu

 

 

Benar sekali, bahwa peran ibu begitu besar membuat kita bisa berjalan. Karena bimbingan dan nasehat seorang ibu kita dapat meraih cita-cita. Bahkan doanya tiada henti dipanjatkan kepada Tuhan agar kita menjadi orang yang berguna bagi orang lain.

Tetapi sadar atau tidak, kita sering melukai dan menyakiti hati seorang ibu. Saatnya kita mohon ampun dihadapan Tuhan dan memohon agar kita dimaafkan. Maaf dari seorang ibu adalah pintu kedamaian dalam berelasi dengan kehidupan  berkeluarga.

Melalui perayaan Hari Ibu yang baru kita peringati 22 Desember 2018 lalu, hendaknya menjadi tonggak, untuk selalu mengenang menghargai kasih seorang ibu hingga kapan dan di mana pun kita berada. Bahkan momen itu pula menjadi momen untuk mengenang kembali setiap pesan yang pernah disampaikan.

Pesan Ibu yang Tetap Kujalankan Hingga Hari Ini

17757186_10155229305063140_8897173857887130765_n

Sebelum menyampaikan pesan dan nasehat apa yang paling berkesan dari ibuku, bahkan hingga saat ini pesan dan nasehat tersebut masih aku jalankan, aku ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa aku adalah anak kedua dari lima bersaudara yang dilahirkan oleh ibuku.

Aku dilahirkan di Kabanjahe, sebuah kota yang tidak jauh dari Medan (Sumatera Utara). Sejak kecil hingga aku mengecap pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), aku tetap tinggal dekat dengan ibuku, tetapi setelah melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, aku merantau dan jauh dari ibu. Bahkan kondisi ini masih berlangsung hingga sekarang ketika sudah berkeluarga. Masih tetap tinggal di rantau orang. Tetapi satu hal yang tetap aku lakukan, rutin berkomunikasi dan tidak lupa mendoakan ibu.

Walau secara fisik kami tidak sering bertemu, tetapi cinta seorang ibu kepada anaknya tetap bisa aku rasakan. Setiap pesan dan nasehat yang pernah disampaikannya tetap aku pegang dan bahkan menjadikanya sebagai pedoman dalam menjalani hari-hariku.

Berikut ini ada 4 pesan dan nasehat yang sering disampaikannya, yang masih kukenang dan kujalankan hingga hari ini.

Jangan Pernah Lupa Beribadah dan Berdoa

Ibu selalu berpesan, “Kapan dan di mana pun, tetaplah beribadah dan berdoa. Hidup kita akan rapuh jikalau kita melupakan ibadah dan doa. Dengan beribadah dan doa, maka Tuhan tetap melindungi dan memelihara kehidupan kita. Bahkan kita akan dijauhkan dari berbagai marabahaya yang mengancam. Apalagi kalian anak-anakku hidup di perantauan, yang jauh dari orangtua”.

Hati-Hati Diperjalan

Ibuku sadar betul bahwa hidup di kota besar tidak mudah. Padatnya kendaraan di jalan raya dan semakin tingginya tingkat kejahatan adalah salah satu tantangan terbesar hidup di kota. Untuk itu, ketika ingin mengakhiri telepon ibu, tidak lupa selalu berpesan hati-hati diperjalanan terutama ketika mengendarai kendaraan sendiri.

Jagalah Kesehatan, Jangan Terlambat Makan

Ibuku tahu kalau sejak kuliah, aku sudah terkena penyakit maag. Sejak itu ibu tidak bosan-bosannya untuk mengingatkanku menjaga kesehatan dan jangan pernah terlambat makan. Apalah artinya sibuk mengejar impian dan sukses meraihnya kalau kelak hidupnya sakit-sakitan. Begitulah selalu pesannya.

Perhatikan Cucu-Cucuku Ya!

Setelah memiliki cucu, ibuku ternyata sangat sayang dengan cucu-cucunya. Untuk itu selalu menyampaikan pesan agar cucu-cucunya diperhatikan dan jangan pernah diterlantarkan walau dalam kondisi sesibuk apapun ketika melakukan berbagai pekerjaan dan kegiatan.

Dari banyak pesan dan nasehat yang disampaikan, keempat pesan dan nasehat tersebutlah yang sering diulang-ulangnya. Bahkan pada akhirnya pesan ini selalu terngiang dan teringat olehku.

Aku yakin bahwa ibuku adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk tetap memperhatikan anak-anaknya. Bahwa Tuhanlah yang menitipkan seorang anak kepada orangtuanya. Oleh karena itu, setiap pesan seorang ibu bagiku adalah sesuatu yang berharga, bukan hanya dikenang tetapi harus diamalkan setiap saat.

Akhir kata, terimakasih yang sedalam-dalamnya kuucapkan untuk ibuku. Semoga tetap bahagia, sehat dan panjang umur.

#JasmineElektrikCeritaIbu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s