Tantangan Jasa Keuangan di Era Disrupsi

Mobil1
Dokumentasi Pribadi

Sejak kehadiran putra kedua dan ketiga kami (kembar), memiliki kendaraan roda empat (mobil) sepertinya menjadi kebutuhan keluarga. Dengan kondisi anggota keluarga yang sudah lima orang, mana mungkin kami bisa leluasa bepergian dengan mengandalkan sepeda motor lagi. Ketika anggota keluarga masih tiga orang tentu akan berbeda ceritanya.

Saya masih bisa membayangkan, ketika putra kembar kami baru dilahirkan Mei 2009, mulai dari urusan pulang dari rumah sakit pasca persalinan, melakukan kontrol rutin ke dokter, serta saat menjalani masa-masa imunisasi mereka, disitulah kami merasakan betapa kami butuh kendaraan roda empat.

Kalau mengenang masa-masa itu, terbayang sih kerepotannya. Misalnya, kalau mau imunisasi, kami harus menyiapkan jadwal yang berbeda untuk putra kembar kami. Kami harus membawa mereka ke rumah sakit secara bergantian. Wajar, saat itu kami masih mengendarai sepeda motor.

Memang sebelumnya keluarga kami tidak pernah membayangkan akan memiliki sebuah mobil. Apalagi posisi saya sebagai seorang guru yang bekerja sendirian. Mana mungkin saya memprioritaskan sejumlah uang untuk membeli kendaraan roda empat. Syukur-syukur masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketika istri saya masih bekerja di sebuah perusahaan asing, tentu masih lebih mudah merencanakan membeli mobil. Tetapi sejak tahun 2010, istri saya telah memutuskan untuk “resign” dari tempatnya bekerja, dengan alasan ingin fokus mengasuh anak kembar kami yang baru lahir.

Kembar2

Memang pilihan dilematis saat itu, antara terus bekerja atau fokus mengasuh bayi kembar kami. Tetapi untuk setiap pilihan, tentu ada konsekuensinya. Misalnya, untuk pengeluaran perlu jadinya berhitung dan pertimbangan dua kali.

Saat-saat yang demikian, saya mulai rajin membaca buku motivasi dan inspirasi. Suatu waktu, saya pun membaca sebuah kata bijak di sebuah buku. Sekarang sudah lupa judul bukunya. Tapi yang pasti kata bijak yang ada di buku itu masih melekat dalam benak. Bunyinya kira-kira demikian “Untuk memperoleh sesuatu yang belum pernah Anda miliki, lakukanlah sesuatu yang belum pernah Anda lakukan”.

Singkat cerita, sejak pertengahan tahun 2010 kami pun melakukan sesuatu hal yang belum pernah kami lakukan. Kami mulai merintis sebuah bisnis. Puji Tuhan, kerja keras yang kami lakukan ternyata tidak sia-sia. Benar kata orang, “usaha tidak akan menghinati hasil”.

Kira-kira setengah tahun kemudian, Januari 2011, kami pun mulai berani membeli rumah dengan cara KPR dan disusul menyicil mobil bulan September 2011.

Astra Financial, Mewujudkan Impian Keluarga Kami

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, kebutuhan untuk memiliki mobil semakin hari semakin mendesak saja. Mobilitas keluarga semakin tinggi. Keputusan membeli mobil semakin bulat. Tetapi tidak mungkin kami membeli mobil dengan cara cash. Sementara untuk urusan kredit, kami pun masih bingung memilih lembaga jasa keuangan tempat kami berlabuh.

Saya mulai “searching” di internet, tanya sana sini khususnya dari teman-teman yang sudah berpengalaman, hingga berkunjung ke dealer-dealer mobil.

Singkatnya, entah angin apa yang membawaku ke sebuah dealer Astra yang ada di sekitar Kranji. Seorang sales counter, menghampiriku. Dia menyapa dengan ramah. Berbagai pertanyaan yang saya ajukan dia jawab dengan baik. Mudah dimengerti.

Akhirnya tanpa berlama-lama, saya pun memutuskan untuk membeli mobil Daihatsu – Xenia. Berhubung karena promo yang ditawarkan dan DP terjangkau, sesuai dengan budget yang saya tetapkan dengan istri. Kemudian, saya pun langsung menyerahkan DP sebagai tanda jadi.

Hati lega, sejak saat itu (14/9/2011) keluarga kami resmi memiliki mobil, walau pun mobilnya baru diantara seminggu kemudian (20/09/2011) menjelang hari ulang tahunku. Seolah mobil tersebut, menjadi hadiah ulang tahunku yang ke-36.

Foto-Xenia
Dokumentasi Pribadi

Sejak saat itu, Astra Credit Companies (ACC) menjadi sahabat sejati keluarga kami. Begitu pula dengan Garda Oto yang selalu setia mendapingi kami, dan membuat hati lebih tenang ketika membawa kendaraan.

Bersyukur, ACC telah berhasil mewujudkan impian keluarga kami, secara resmi kami pun berhasil menyelesaikan tanggung jawab kami selama 48 bulan.

Selamat Datang Era Fintech

Di era kemajuan teknologi digital dan kemudahan akses internet, kita melihat bahwa masyarakat luas semakin terbiasa dengan aktivitas keuangan secara digital. Mulai dari aktivitas pinjaman, pembayaran, penyimpanan dan pengiriman uang, asuransi, dan lain sebagainya. Bahkan fenomenanya pun mulai berbeda, orang sekarang ini pun ternyata semakin tertarik dengan jasa lembaga keuangan yang berbasis teknologi, fintech (financial technologi).

Dalam buku “The Great Shifting” yang ditulis Prof. Rhenald Kasali, PhD, menyampaikan bahwa fenomena ini dapat kita lihat melalui gerai-gerai perbankan yang dulunya ramai dikunjungi oleh nasabah, sekarang semakin sepi saja. Antrian yang tadinya “mengular” akhirnya mulai berkurang. Selanjutnya, dalam buku tersebut juga disampaikan juga bahwa tanda lainnya sudah semakin sedikit bank yang membuka kantor cabangnya.

Nah, hal ini bisa jadi menjadi sebuah kesempatan sekaligus tantangan bagi perusahaan-perusahaan lembaga jasa keuangan yang ada saat ini. Tanpa memiliki spirit inovasi teknologi keuangan, maka akan sulit bertahan di era sekarang.

Bagi Astra Financial Service tentu ini merupakan peluang. Dengan pengalaman dan kepercayaan masyarakat kepada 11 lembaga jasa keuangan yang berada dalam naungan Astra Financial Service seperti ACC, TAF, Asuransi Astra, PermataBank, FIFGROUP, Astra Life, SANFinance, Komatsu Astra Finance, Astra Ventura, Dana Pensiun Astra, Maucash.

Sekarang, permasalahannya bagaimana pengalaman dan tingkat kepercayaan masyarakat itu bisa menjadi modal yang membuat Astra Financial tersebut tetap eksis, dan tetap mampu bersaing, tentu ketika Astra Financial tetap berada di garda depan dalam urusan inovasi teknologi keuangan.

Sehingga, masyarakat yang sudah menikmati pelayanan Astra Financial seperti saya, tetaplah dapat merasakan kenyamanan ketika bekerja sama dengan Astra Financial. (TS)

*****

Sumber Referensi :

Kasali, Rhenald. 2018. “The Great Shifting”. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s