Perempuan Zaman Now: Perempuan Peduli Gigi adalah Perempuan yang #CantikMasaKini

“Setiap perempuan pasti mendambakan kecantikan”

20161007_085228-1-1

Gigi sehat, senyum indah (dokpri)

Setiap perempuan pasti mendambakan kecantikan. Baik itu kecantikan rohaniah maupun lahiriah. Dan sudah barang tentu setiap orang mampu menilai mana yang cantik atau tidak. Sebab, sejak lahir ternyata seseorang telah dianugerahi dengan perasaan estetika oleh pencipta.

“Untuk cantik, seseorang perempuan pasti harus melakukan sebuah usaha”

Pembaca pasti setuju, bahwa untuk cantik, seseorang perempuan pasti harus melakukan sebuah usaha. Misal, untuk terlihat cantik secara rohani, seseorang perempuan harus rajin bersyukur atas kehidupan bukan bersungut-sungut, menjaga hati agar selalu bahagia dam terhindar dari kegalauan serta bersikap ramah dan murah senyum kepada orang di sekitar.

Nah, bagaimana pula untuk terlihat tampil cantik secara lahiriah atau secara fisik? Tentu butuh perawatan diri. Untuk hal ini, bahkan ada banyak perempuan yang dengan rela berkorban dan begitu sabar untuk merawat rambut, wajah, kulit, kuku, dan gigi. Alasan yang jelas, ingin terlihat lebih menarik dipandang dan lebih cantik terlihat.

Kalau bicara tentang kecantikan gigi, jadi teringat seorang teman di kampus puluhan tahun lalu. Salah satu yang membuatnya terpikat dan tertarik dengan seorang perempuan adalah ketika dia melihat giginya yang tertata rapi dan putih bersih karena dirawat dengan baik.

orang yang serius merawat giginya pastilah orang senang dengan kebersihan dan kesehatan tubuh.

Menurut teman tersebut, bahwa orang yang serius merawat giginya pastilah orang senang dengan kebersihan dan kesehatan tubuh. Baginya, itu cukup menjadi alasan untuk tertarik pada wanita tersebut disamping karena keindahannya.

Mungkin, bisa jadi rekan pembaca adalah salah satu yang tertarik dengan seseorang perempuan karena giginya, seperti rekan saya tersebut. Atau Anda adalah salah seorang perempuan yang ingin mempercantik diri dengan perawatan gigi.

Sebelumnya, perlu memahami mengapa seseorang perlu merawat dan mempercantik gigi?

“Gigi yang terawat dan cantik akan menambah indahnya senyum”

Menurut pengamatan saya pribadi, disamping alasan kesehatan, ternyata banyak alasan untuk merawat gigi. Pertama, gigi yang terawat dan cantik akan menambah indahnya senyum. Hal itu akan membuat seseorang senang dan tertarik untuk melihat pada diri kita.

“Gigi yang terlihat rapi dan cantik, akan menambah percaya diri seseorang”

Kedua, gigi tersebut melekat dengan mulut. Sementara mulut itu menjadi pintu keluarnya isi hati melalui komunikasi verbal. Bisa Anda bayangkan jika gigi kita terlihat rapi dan cantik, tentu akan menambah percaya diri kita untuk berkomunikasi. Memang, rapi dan cantiknya gigi bukan satu-satunya yang membuat kita percaya diri dalam berkomunikasi, tapi yakinlah bahwa rapi dan cantiknya gigi akan menjadi nilai lebih bagi seseorang.

Selain hal tersebut, dari saya kutip dari sebuah artikel dari Dental Universe Indonesia bahwa “Semakin bertambahnya usia secara perlahan gigi akan mulai rapuh dan tanggal satu per satu. Apalagi jika gigi tidak dirawat secara benar maka kerusakan gigi akan lebih cepat datangnya.”

Bisa Anda bayangkan sendiri, jika seseorang yang tidak peduli dan serius merawat giginya, apa yang akan terjadi?

Jenis-Jenis Perawatan Gigi

Nah, kalau bicara tentang perawatan gigi, maka Dental Universe Indonesia adalah jagonya. Dan berikut adalah beberapa layanan dari Dental Universe Indonesia tersebut.

cek-kondisi-gigi-dental-universe-624x349

Sumber : Dental Universe Indonesia

Pertama, orthodontic treatment atau penggunaan kawat gigi. Perawatan ini adalah salah satu perawatan yang sedang populer saat ini, yang tentunya dimanati oleh kaum perempuan juga.

Adapun tujuan perawatan ini adalah untuk merapikan posisi gigi. Berikut adalah beberapa jenis yang dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kasus yang ada, diantaranya : Behel Damon, Behel Sapphire, Behel Ceramic serta Behel Metal Invisalign.

Kedua, teeth whitening atau memutihkan gigi. Perawatan ini merupakan proses pemutihan gigi menggunakan sinar yang berasal dari lampu khusus. Prosedur ini merupakan salah satu prosedur tercepat untuk memperindah penampilan gigi.

Ketiga, scaling atau pembersihan karang gigi yang bertujuan untuk menghilangkan plak, kalkulus, dan deposit lain dari permukaan gigi.

Keempat, implant. Perawatan ini merupakan prosedur penggantian gigi yang hilang dengan cara pemasangan sekrup titanium pada tulang rahang yang kemudian setelahnya diletakkan mahkota gigi tiruan diatasnya. Implant sangat nyaman digunakan seperti gigi asli dikarena langsung tertanam dan menjadi satu dengan rahang sehingga tidak perlu dilepas-pasang.

Kelima, veneer. Perawatan gigi jenis ini merupakan perawatan yang dilakukan dengan cara memasang lapisan gigi yang terbuat dari lapisan tipis untuk menutupi permukaan depan gigi. Prosedur ini bertujuan untuk meningkatkan warna, bentuk dan posisi gigi agar tampak lebih indah.

Keenam, PSA atau Perawatan Saluran Akar merupakan perawatan syaraf gigi dengan prosedur pembuangan jaringan syaraf gigi yang terinfeksi dari dalam ruangan syaraf gigi. Prosedur ini meliputi pembuangan, pembersihan, penghalusan dan pengisian saluran akar menggunakan bahan khusus pengisi saluran akar.

Ketujuh, Crown. Perawatan ini dikenal juga pembuatan mahkota gigi tiruan. Perlu diketahui bahwa lubang (karies) pada gigi depan dapat mempengaruhi keindahan senyum anda. Pada beberapa kasus lubang (karies) dapat dilakukan penambalan gigi estetik secara langsung, akan tetapi jika lubang (karies) terlalu besar biasanya tambalan tidak terlalu kuat untuk menahan beban kunyah. Untuk itulah perlu diberikan perawatan yang dikenal dengan crown.

Kedelapan, fissure sealent. Fissure sealent adalah sebuah bahan yang diaplikasikan pada parit tersebut sehingga tercipta lapisan tipis yang berguna untuk menjaga permukaan kunyah gigi bebas dari karies. Dengan bahan sealant ini, fissure yang dalam akan ditutup sehingga tidak lagi menjadi tempat perlekatan plak dan sisa makanan dan gigi menjadi lebih mudah dibersihkan.

Hai ladies, itulah beberapa jenis perawatan yang bisa kamu temukan di Dental Universe Indonesia. Ingin menjadi perempuan sejati di zaman now? Langsung saja hubungi alamat dan nomor kontak berikut!

Screenshot_2018-06-04-22-16-39-1-1

Screenshot_2018-06-04-22-16-55-1Screenshot_2018-06-04-22-17-12-1

Sekarang buruan yuk… jadilah “Perempuan Zaman Now: Perempuan Peduli Gigi adalah Perempuan yang #CantikMasaKini” hanya bersama “Dental Univeserse Indonesia – We Trust You”.

____________________

Sumber Referensi :

http://dentaluniverseindonesia.com

BANNER-BLOG

Advertisements

Konsumen Bukan Raja, Tapi Jadilah Koncer

received_1382619511859436-1

Ilustrasi belanja online. dokpri

Konsumen adalah raja. Begitulah ungkapan terhadap seorang konsumen di “zaman old” seolah ingin membuat konsumen tersebut tersanjung dan terbuai. Hingga akhirnya konsumen menerima saja berbagai kekurangan dari barang dan jasa yang telah dibelinya.

Terus, di “zaman now” masih maukah dipanggil konsumen adalah raja? Malu dong! Masak raja dapat dibohongi?

Fakta mencatat. Semakin banyak saja ternyata konsumen yang tertipu, mengeluh dengan buruknya pelayanan dari penjual, hingga tidak puas dengan kualitas barang dan jasa yang dijanjikan.

Nah, menurut hemat saya, alangkah lebih baiknya kita menjadi warga si koncer aja deh. Maksudnya, warga yang menjadi konsumen cerdas dan bijak. Tidak perlu dapat julukan sebagai raja.

sikoncer

Apalagi di era sekarang, era internet dan era digital. Semakin terbuka luas saja penjualan barang dan jasa yang dijual dengan sistem online. Suka tidak suka dan mau tidak mau, kita sebagai konsumen pun harus mengikuti sistem tersebut. Masalahnya sudah banyak barang dan jasa yang kita butuhkan tidak lagi dijual di tempat-tempat umum. Tapi kita mungkin hanya dapatkan dengan berbelanja online.

Saya pribadi tidak bisa memungkiri hal tersebut. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya sudah mulai membeli barang atau jasa dengan online. Seperti pulsa, token listrik, tiket pesawat dan masih banyak lagi. Untungnya hingga sekarang masih aman-aman saja. Dan belum memiliki pengalaman buruk sebagai konsumen.

Berbeda dengan pengalaman istriku. Dia pernah menjadi konsumen yang dikecewakan. Misalnya ketika membeli tas dan pakaian melalui belanja online. Ada beberapa pengalaman yang kurang menyenangkan baginya. Antara lain, gambar dan produk aslinya sangat berbeda. Pernah juga kejadian, bahwa barang yang diterima terdapat beberapa noda dan cacat. Hingga pakaian yang dibelinya tidak pas di badan.

Pengalaman yang demikian bukan saja pernah terjadi pada istri. Ternyata banyak juga orang lain yang mengalami hal yang sama. Singkatnya kecewa berbelanja online.

 

 

 

This slideshow requires JavaScript.

Berdasarkan survei kecil-kecilan yang saya lakukan di sebuah media sosial, berikut adalah beberapa contoh pengalaman yang tidak menyenangkan selama berbelanja online. Berikut adalah rangkumannya.

  • Barang tidak sesuai dengan yang diiklankan.
  • Jasa pengiriman error, dua minggu barang br sampai.
  • Barang tidak sesuai dengan fotonya, kalau beli baju dan sepatu gak bisa nyoba, ukuran kadang berbeda. Kalo gak teliti bisa kena tipu.
  • Jasa pengiriman kadang lama. Harus teliti sebelum membeli dan membaca review-nya supaya tidak kecewa.
  • Sering warna yang dipromosikan tidak sesuai dengan warna barang yang dikirim.
  • Pernah beberapa kali, barang tidak sesuia dengan gambar, waktu kita pesan katanya readi tapi begitu trasfer uang, barang katanya kosong dan uang gak bisa kembali harus pilih barang yang lain, itu yg bikin naik darah. Kadang saya merasa ini penipuan jadi harus lebih teliti karena penjual sama sekali gak mau tanggung jawab.
  • Ada barang yang datang tidak sesuai ekspektasi atau gambar, pernah juga tidak sesuai spec yang tercantum di website, akhirnya barang dikembalikan tapi refundnya lama banget dikembalikan.
  • Barang tidak sesuai ekspektasi

Lantas, haruskah semua ramai-ramai meninggalkan sistem belanja online? Atau kembali berbelanja secara manual? Harus kita sadari dan akui, bahwa era ini adalah era yang sudah berbeda dari era sebelumnya. Perubahan dan situasinya memang telah ‘memaksa’ orang untuk beralih berbelanja online.

Dan perlu juga kita ketahui, sesungguhnya masih banyak sisi positif dari belanja online tersebut. Seperti yang disampaikan responden survei yang saya lakukan. Bahwa mereka masih memiliki alasan untuk membeli dengan sistem online yakni:

  • Mudah mendapatkan barang yang diinginkan.
  • Tidak perlu repot keluar rumah. Tinggal klik pilihan barang. Lebih lengkap. Harga tinggal pilih yang sesuai kantong. Tidak usah tawar menawar tinggal cari barang yang termurah dengan merk yang sama.
  • Gak capek keliling toko, gak perlu repot kesana kemari, hemat waktu belanja.
  • Tidak perlu keliling toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan, bahkan kadang untuk barang yang jarang didapat. Pilihan barang lebih banyak dan bisa menyesuaikan dgn kebutuhan dan kondisi keuangan.
  • Lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan.
  • Mudah dan banyak pilihan.
  • Gak perlu kemana-mana dan bisa darimana saja untuk mengordernya asal ada jaringan internet, pilihan lebih banyak, lebih update, hargapun bisa disesuaikan dgn kantong.
  • Simple, transaksi bisa dilakukan di mana aja, bahkan di saat santai atau istirahat (di rumah, liburan). Dan tingkat peluang terpenuhi kebutuhan transaksi tinggi, karena banyak alternative alat bayar.
  • Mudah, hemat dan efisien. mudah, tinggal pilih dan klik. hemat, cuma bayar ongkir, gak keluar biaya lain-lain saat nyari barang. hemat waktu juga, saat pulang kantor pasar udah tutup, klo online buka 24 jam.
  • Cepat, saving time and money.

Hanya sebagai konsumen, tentu perlu menyikapi sistem belanja online dengan bijak dan cerdas. Untuk itu, konsumen harus mempersiapkan diri dari sisi pengetahuan seputar seluk beluk belanja online. Begitu pula belajar dari berbagai pengalaman. Baik itu pengalaman dari diri sendiri maupun pengalaman orang lain. Sebab orang bijak berkata bahwa pengalaman adalah guru yang baik.

Kemudian konsumen juga perlu mengetahui siapa konsumen, serta hak dan kewajibannya.

Menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tepatnya pada pasal 1 ayat 2 bahwa konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk
hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Harkonas-3

Sumber infografis : kominfo.go.id

Sementara hak konsumen dapat dibaca pada pasal 4. Hak konsumen yang dimaksud adalah (a) hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; (b) hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi
serta jaminan yang dijanjikan. (c) hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; (d) hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; (e) hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; (f) hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; (g) hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; (h) hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; (i) hak­hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang­undangan lainnya.

Adapun kewajiban konsumen ada di pasal 5 yakni: (a) membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan; (b) beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa; (c) membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati; (d) mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Nah, dengan pemahaman tentang konsep konsumen serta hak dan kewajibannya, maka sebagai konsumen mengetahui bahwa payung hukum untuk seorang konsumen tersebut ternyata sangat kuat. Jadi tidak perlu berkecil hati dan ragu sebagai konsumen.

2203_Menjadi-Konsumen-Cerdas-01

Sumber infografis : kominfo.go.id

Hanya saja, seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa jadilah “Konsumen Cerdas di Era Digital“. Telitilah sebelum membeli barang, perhatikan label dan waktu kadaluarsa, perhatikan produk sesuai standar dan beli sesuai kebutuhan dan bukan keinginan.

Sumber Referensi :

  1. Hasil survey
  2. Sumber infografis : http://www.kominfo.go.id
  3. UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Bahagia Berasuransi Ketika Paham Manfaatnya

20170708_092101

Semua orang pasti memiliki mimpi. Bahkan dari sejak kanak-kanak hingga orang dewasa. Sesungguhnya mimpi tersebut penggerak dari tindakan. Eleanor Rosevelt sendiri pernah berkata bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan dari mimpi-mimpi.

Screenshot_2018-04-12-18-08-55-1-1

Melalui sebuah survei kecil-kecilan yang saya buat di sebuah media sosial (facebook) tentang apa “impian yang ingin diwujudkan sebelum usia 40 tahun”. Ternyata banyak orang yang antusias membahas impian. Walau hanya 19 responden yang memenuhi kriteria yang benar-benar menjawab sesuai pertanyaan yang saya diajukan.

Screenshot_2018-04-12-00-52-22-1

Dari 6 opsi, ada 2 orang yang memimpikan asuransi sebagai prioritas sebelum usia 40 tahun. Sementara 9 orang memilih kuliah S2 atau S3. Selain itu ada 3 orang yang ingin memiliki rumah, 3 orang yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai daerah, serta 2 orang yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri.

Nah, bagaimana dengan saya?

Setelah menikah, saya merancang impian sebelum memasuki usia 40 tahun. Diantaranya, memiliki rumah dan mobil. Saya pun tidak hanya memimpikan, tapi serius mewujudkannya.

Bukti keseriusanku, maka harus belajar membuat prioritas dalam pengalokasian dana. Setidaknya, harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Dengan demikian, berharap impikan segera terwujud.

Dengan komitmen yang kuat, maka tahun 2006, saat saya masih 31 tahun, berhasil mewujudkan impian pertama yaitu memiliki rumah. Disusul dengan impian berikutnya membeli mobil diusia 36.

Tetapi ketika sudah memiliki rumah dan mobil, ada kesadaran baru ketika berdiskusi panjang lebar dengan teman. Saya mulai terbuka untuk berasuransi. Padahal dari dulu saya sangat alergi mendengar kata asuransi. Sebisanya selalu menghindar dari teman yang berprofesi sebagai agen asuransi. Sebab saya beranggapan bahwa saya masih muda, kuat dan sehat. Jadi untuk apa berasuransi?

Kemudian teman berkata justru ketika muda, kuat dan sehatlah kita seharusnya berasuransi. Ketika umur sudah semakin tua, maka biaya premi asuransi tentu akan semakin mahal. Sementara kalau sudah sakit-sakitan, jangan pernah berharap kalau lembaga asuransi tersebut masih mau menerima kita.

Jadi memiliki rumah dan mobil itu sah-sah saja menjadi bagian prioritas keluarga. Apalagi hal itu didasari pada kebutuhan. Tapi sayang jika tidak “menjadikan asuransi sebagai salah satu impian untuk melindungi diri sendiri atau keluarga” sebagai proritas. Mengapa?

Bahwa “tidak ada seorang pun yang bisa menjamin hidup tanpa resiko”, misalnya kematian, penyakit kritis, kecelakaan, dan yang lainnya. Hal itu tentu menjadi masalah bagi tulang punggung keluarga jika benar-benar terjadi.

Saya sendiri sebagai tulang punggung keluarga semakin menyadari bahwa harus segera berasuransi sebagai bukti cinta untuk keluargaku. Dan semakin yakin bahwa asuransi tersebut merupakan investasi terbaik untuk masa depan.

Akhirnya sebelum menjelang usia 40, saya memutuskan untuk memiliki asuransi. Untuk itu saya mulai mempelajari manfaat asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Saya pun mengambil asuransi jiwa sebagai proteksi dasar. Kemudian tidak lupa menambah proteksi kesehatan, penyakit kritis, dan kecelakaan. Serta dipadu dengan asuransi yang memiliki unit link. Unit link sendiri merupakan produk asuransi yang bisa dijadikan sebagai investasi di masa depan. Misalnya kelak dapat mendukung dana pendidikan anak serta dana pensiun ketika tidak bekerja lagi.

Nah, sekarang asuransiku sudah memasuki tahun keempat. Tentu karena sudah mengerti manfaat asuransi, bagiku hal itu bukan sebuah beban. Tapi sebagai sebuah kebahagiaan karena sudah memiliki jaminan proteksi dan biaya masa depan.

Jadi, sudahkah Anda juga merencanakan finansial dengan berasuransi?

SLC sebagai Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

20180323_095235

Seminggu sebelum terselenggaranya kegiatan “Student Led Confrence” (SLC) di sekolah anakku, tepatnya hari Jumat (24/3/2018). Hampir setiap hari dia mengingatkanku untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Dari semangat dan antusiasnya mengundangku untuk hadir dan berada di tengah-tengah kelasnya, saya pun mengerti bahwa kegiatan tersebut adalah sesuatu yang spesial dan istimewa baginya.

Sebelumnya, perlu saya sampaikan bahwa SLC tersebut adalah perayaan perkembangan akademis anak yang ditampilkan melalui presentasi portofolio. Portofolio tersebut bisa berupa hasil ulangan, hasil penugasan, atau karya-karya lainnya.

Menariknya, porofolio tersebut ternyata bukan semata menampilkan hasil terbaik mereka. Sebaliknya ada pula hasil yang gagal atau kurang memuaskan.

Tentu harapan sekolah atau gurunya, agar orangtua bisa benar-benar melihat proses perkembangan pembelajaran anak yang terjadi selama di kelas. Dengan demikian diharapkan orangtua dan anak bisa merayakan perkembangan akademis tersebut secara bersama. Anak bisa mendapatkan pujian untuk setiap keberhasilannya dan dorongan untuk belajar dari setiap kegagalan tersebut.

 

 

This slideshow requires JavaScript.

Bagi anak kami, ini adalah SLC yang ke-6 selama di sekolah dasar. Dan ini merupakan SLC yang terakhir. Sebab anak kami sekarang sudah di kelas 6 SD. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ini ternyata sangat membekas baginya dan tentu bagi saya orangtuanya.

Sebagai orangtua, saya pribadi sangat menyambut positif kegiatan SLC tersebut. Mengingat penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki banyak hal yang positif bagi anak serta tercipta kesempatan yang baik bagi orangtua termasuk hubungan dengan sekolah. Berikut adalah hal-hal positif yang saya maksudkan.

Pertama. Anak belajar bertanggung jawab dengan perannya sebagai seorang pelajar. Merpertanggungjawabkan setiap kepercayaan yang diberikan orangtua. Bahkan melalui portofolio tersebut, dia sedang belajar menjadi kesatria yang tidak hanya berani menyampaikan keberhasilan tapi berani menyatakan kegagalannya juga.

Kedua. Anak belajar mengkomunikasikan setiap proses perjuangannya dalam menjalani pembelajaran di kelas, hingga pada hasil yang dicapainya.

Ketiga. Anak belajar jujur dan terbuka untuk hal-hal dialaminya selama di sekolah. Terutama menyampaikan kegagalannya serta alasan penyebabnya. Apabila kejujurannya direspon orangtua dengan baik, maka anak tersebut pun akan berani terbuka kepada orangtua untuk setiap masalah yang dihadapinya. Sehingga orangtua bisa menolong dan membimbingnya. Dengan demikian hal itu bisa menjadi aset bagi orangtua. Terutama ketika ada masalah anak, dia tidak akan mencari solusi ke tempat yang salah.

Perlu kita sadari bahwa ketiga hal tersebut, tanggung jawab, kejujuran dan kemampuan komunikasi adalah barang langka di era kekinian yang perlu dirawat dan dikembangkan pada anak.

Bukan itu saja, SLC ini bisa menjadi sebuah kesempatan bagi setiap orangtua untuk memberikan perhatian khusus pada proses perkembangan akademik anak. Tidak hanya melulu melihat hasil akhir dari nilai rapot saja.

Disamping itu, SLC memberi kesempatan bagi orangtua untuk membangun dan menjaga komunikasi dengan anak. Serta sinergi antara orangtua dan sekolah (guru) untuk memberikan pembelajaran yang terbaik bagi anak.

Dalam sebuah tulisan yang pernah saya baca di Sahabat Keluarga ada empat cara menjaga sinergi orangtua dan guru. Pertama, guru harus menjadikan orangtua sebagai mitra dalam mendidik anak. Kedua, sampaikan concern orang tua mengenai anak kepada guru. Ketiga, orangtua harus menghargai saran dari guru. Dan keempat, orangtua juga berperan aktif tentang anak jika ada yang tidak terpantau guru, hal yang wajar mengingat guru memiliki banyak murid yang perlu diperhatikan.

Setidaknya melalui SLC, sinergi sekolah (guru) tersebut bisa tetap terjalin.

Pentingnya Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Menurut hemat saya, hal-hal yang saya maksudkan dan saya sampaikan di atas adalah hal penting atau pintu masuk dalam sebuah proses pelibatan keluarga (orangtua) dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian.

Mengingat peluang dan tantangan pendidikan anak yang semakin kompleks, maka pendidikan pun bukan semata-mata tugas sekolah (guru), tetapi perlu keterlibatan orangtua. Mengingat bahwa waktu anak sesungguhnya lebih banyak di rumah.

Apalagi di era kekinian, bahwa pendidikan formal dan nonformal semakin terintegrasi dengan teknologi informasi. Gawai dan internet menjadi dua hal penting yang akan banyak digunakan oleh anak. Bahkan gawai dan internet pun sekarang ini semakin murah dan mudah saja diperoleh. Artinya potensi anak untuk menggunakannya dari hari ke hari akan semakin meningkat.

Sementara kita ketahui bahwa penggunaan gawai dan internet bisa menjadi hal yang menguntungkan sekaligus merugikan anak. Atau, ada yang bisa memanfaatkannya secara positif, tapi tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk hal negatif. Fakta tentang ini, pembaca sendiri sudah dapat mengamatinya di masyarakat.

Maka dari itu, peran orangtua bukan sebatas memberikan fasilitas. Tapi pengawasan pun jauh lebih penting dilakukan. Sehingga anak pun bisa selalu mendapat bimbingan dan tuntutan dari orang yang tepat. Itulah sesungguhnya mengapa pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan menjadi begitu penting. Jadi tidak sepenuhnya urusan pendidikan diserahkan kepada pihak sekolah.

Bahkan menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.30 tahun 2017 pasal 2 jelas diatur tentang tujuan pelibatan keluarga tersebut, yakni: (a). meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan; (b). mendorong penguatan pendidikan karakter anak; (c). meningkatkan kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak; (d). membangun sinergitas antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat; dan (e). mewujudkan lingkungan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Sementara berbicara tentang bentuk pelibatan keluarga pada satuan pendidikan sangat jelas diatur dalam pasal 6. Salah satunya, menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Dan masih banyak lagi diatur di pasal tersebut.

Nah, berarti ketika saya menghadiri SLC yang diadakan oleh sekolah, artinya saya sudah menjadi orangtua yang ikut menjalankan amanah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.30 tahun 2017. Bukan begitu? Bagaimana dengan Pembaca?

#SahabatKeluarga

_________________________

Sumber Referensi :

1. Orang Tua dan Guru Harus Kerjasama Sinergis

2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.30 tahun 2017

Bukti Cinta Indonesia, Cintailah Produk Lokal

Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.

~ John F. Kennedy

Ketika dibangku sekolah dulu, seringkali kalimat ini susah kupahami ketika disampaikan oleh guru. Apalagi mewujudkannya. Tapi ketika menjadi seorang guru, baru benar-benar bisa memahami apa yang pernah disampaikan oleh John F. Kennedy tersebut.

Pasalnya, guru semestinya terlebih dahulu memahami dan menerapkan apa yang hendak disampaikan kepada siswanya. Barulah itu namanya guru yang bisa menjadi model, panutan, teladan, berintegritas, dan entah apa lagi nama lainnya. Berat memang, tapi itulah tantangannya.

Ketika memulai panggilan sebagai seorang guru sejak puluhan tahun yang lalu, saya pun harus memikirkan cara yang bisa kulakukan untuk berkontribusi bagi negeri ini. Mulai dari bangga dengan Indonesia. Berbakti bagi negeri sebagai guru yang sungguh-sungguh mendidik. Dan, menularkan semangat nasionalisme kepada anak didik.

Setelah menjalani profesi ini, satu hal membuatku miris, berawal dari anak didik “zaman now” yang lebih tertarik dengan cerita luar negeri dan lebih nyaman menggunakan produk-produk asing.

Untuk itu, saya pun terpanggil untuk mengajak siswa mencoba melihat sisi-sisi keunggulan dan kelebihan bangsa kita sebagai alasan untuk bangga padanya. Sementara melihat setiap kelemahan dan kekurangannya sebagai alasan untuk belajar dan berbakti bagi negeri kita.

 

 

This slideshow requires JavaScript.

Tidak jarang saya mengajak anak-anak untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan kebanggaannya pada negeri ini dengan hal-hal kecil yang kecil. Misalnya, mari mencintai dan membeli produk dalam negeri. Ketika sudah tidak menemukan produk buatan negeri sendiri, barulah kamu bisa memikirkan untuk beralih.

Kalau bangsa lain seperti Jepang dan Korea begitu setia dengan produk dalam negerinya, mampukah kita mengikuti jejak mereka? Bukankah negeri mereka semakin maju ketika rakyatnya membeli produk-produk buatan bangsanya sendiri? Kalau kita sendiri sedikit-sedikit membeli produk luar negeri, kapan kita maju?

Memang bukan perkara mudah menanamkan kesadaran bagi sebagian orang untuk rela membeli produk dalam negeri. Tapi, mari kita mulai dari orang-orang yang sungguh-sungguh memiliki ketulusan memajukan perekonomian rakyat dengan membeli produk hasil karya mereka. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung mereka? Toh produk dalam negeri banyak kog yang berkualitas dan menjadi produk unggulan. Bahkan banyak juga dari produk-produk tersebut yang diminati hingga mancanegara.

Qlapa Rumahnya Produk Handmade Indonesia

Sesungguhnya “mudahnya menemukan produk handmade unik di Indonesia lewat Qlapa.” tinggal kunjungi saja situs qlapa.com maka kamu pun akan merasakan kekayaan budaya dan karya anak bangsa. Jadi tidak alasan lagi untuk berkata susahnya mencari produk dalam negeri. Qlapa sendiri merupakan pusatnya produk handmade pilihan yang terkurasi.

Screenshot_2018-03-10-21-25-02-1

Screenshoot dari http://www.qlapa.com

Sebenarnya, mengapa kita memilih Qlapa? Setidaknya ada beberapa alasannya. Pertama, produknya unik dan eksklusif bahkan dibuat secara manual satu persatu. Kedua, kita telah turut serta mendukung produk Indonesia. Bahkan sebenarnya kita sedang membelinya langsung dari pengrajinnya. Ketiga, transaksi aman dan mudah. Apabila barang rusak/batal, di Qlapa ada jaminan kembali loh!

Menariknya, Qlapa merupakan tempat menemukan produk-produk bernilai untuk berbagai hal: seperti hadiah, koleksi, dan lifestyle.

Jadi bagi anda yang ingin memberikan hadiah ulang tahun, pernikahan dan bahkan yang lainnya untuk teman dan sejawat, sesungguhnya tidak perlu repot-repot lagi. Tinggal kamu buka dan pesan saja melalui situs tersebut.

Tidak perlu kuatir, disana ada beraneka ragam item yang bisa kami jajali. Mulai dari keperluan wanita yakni pakaian, alat bawa seperti tas, aksesoris dan alas kaki. Kemudian kita juga bisa menemukan keperluan pria, anak, rumah dan dekorasi, gadget dan peralatan, kuliner, perawatan dan kecantikan, serta perayaan dan hadiah.

Bukan itu saja. Bagi pengunjung yang senang dengan koleksi dan life style, tidak perlu kuatir. Produknya cukup ramai dan menarik. Tidak kalah dengan produk-produk asing, unik dan kaya akan kreativitas.

Screenshot_2018-03-10-21-49-42-1

Screenshoot dari http://www.qlapa.com

Sementara untuk membantu dan memudahkan pengunjung, maka situs ini pun telah dilengkapi dengan “Pilihan Populer Minggu Ini” dan juga ada pilihan dari editor. Atau untuk lebih praktisnya, maka kamu pun bisa download plikasi Qlapa melalui playstore di android kamu.

Nah, buktikan sekarang juga kalau kamu cinta Indonesia dengan cara cinta produk lokal.

#CintaProdukLokal

____________________

Sumber Referensi dan gambar : qlapa.com

Nokia Reborn

Handphone pada waktu itu masih tergolong barang langka dan mewah. Bisa dibilang, kalau penggunanya dapat dihitung dengan jari. Dan satu lagi fakta tak terbantahkan, bahwa Nokia menjadi merk pilihan yang paling diminati pada waktu itu. Begitulah keadaan disekitariku tahun 2000-an awal.

Sebagai informasi, saya termasuk salah satu yang paling tertarik dengan produk Nokia. Bersyukurnya, tahun 2002 saya sudah memiliki handphone Nokia tipe 5510.

Screenshot_2018-03-08-20-05-44-1-1

Nokia 5510 (sumber gambar : shutterstock.com)

Bagaimana dengan rekan-rekan pembaca? Pernah punya cerita dan kenangan dengan Nokia?

Bagiku pribadi, terlalu indah untuk dikenang masa-masa pertama sekali memiliki handphone Nokia. Bahkan Nokia ternyata begitu setia menjaga komunikasi kami yang sedang Long Distance Relationship (LDR) antara Batam dan Jakarta selama 6 tahun.

Kalau berbicara tentang Nokia, setidaknya ada beberapa alasan mengapa saya tertarik dengan merek tersebut. Pertama, fiturnya mampu menawan hatiku dibanding merek yang lain. Kedua, battery-nya tahan lama. Bahkan, waktu itu battery-nya bisa bertahan hingga 3-4 hari. Ketiga, handphone Nokia ternyata bandel dan tahan banting. Berkali-kali handphone saya terjatuh, tapi tidak pernah rusak.

Karna itu, saya tetap setia dengan Nokia. Bahkan dari tahun 2002, sudah 6 kali saya membeli handphone merek Nokia dengan berbagai tipe. Salah satu dari handphone tersebut masih tersimpan rapi di rumahku.

Nah, sekarang kembali merindukan Nokia yang telah berjasa dalam hidupku. Terutama merindukan handphone yang memiliki ketahanan battery yang lebih lama, tanpa harus melakukan charge lebih sering dan tanpa membawa power bank kemana-mana. Jadi lebih praktis dan aktivitas pun tidak terganggu.

Apalagi seperti saya sebagai seorang netizen dan blogger yang banyak berkutat dengan handphone, maka saya sesungguhnya butuh handphone yang battery-nya tahan lama. Guna memperlancar pekerjaan.

Tentu Anda sepakat dengan saya bukan?

Kalau begitu, Anda perlu tahu loh! Sekarang sudah ada handphone yang bisa tahan battery-nya hingga 2 hari. Namanya Nokia 2.

nokia_2-the_design

Nokia 2 (sumber gambar : https://www.nokia.com/id_id/phones/nokia-2)

Padahal perangkat tersebut sudah digunakan selama 5 jam per hari. Penggunaannya pun sudah termasuk misalnya, bermain game, video streaming, melakukan panggilan, mengirim sms, browsing, dan menggunakan berbagai aplikasi (seperti media sosial, berita, navigasi, dan musik). Tentunya hal ini karena didukung oleh battery 4100 mAh yang canggih.

Adapun keunggulan lain dari Nokia 2 tersebut yakni dengan memadukan aluminium, Corning® Gorilla® Glass, serta polikarbonat untuk daya tahan tinggi dengan desain modern yang memukau.

Bukan itu saja. Nokia 2 ini pun ternyata memiliki layar dengan kualitas gambar sempurna, tanpa mengorbankan daya baterai. Layar yang dimaksud adalah LCD LTPS yang terang dan responsif menawarkan warna dan gambar yang luar biasa di mana pun Anda berada.

Kemudian, Nokia 2 telah dilengkapi dengan salah satu chipset tepercaya. Prosesor Quad-core Qualcomm® Snapdragon™ 212 yang hemat daya dan dapat diandalkan menyajikan pengalaman pengguna yang lancar tanpa mengorbankan masa pakai baterai.

Dan Nokia 2 ternyata sudah dilengkapi dengan Android Nougat 7.1.1 serta berbagai macam aplikasi terpopuler Google, tanpa aplikasi tambahan yang tidak perlu.

Wow…. keren bukan?

Nah, waktunya Anda memutuskan sesuatu yang berharga dalam hidupmu. Jangan habiskan waktumu hanya untuk men-charge handphonemu. Dan merepotkanmu dengan menenteng power bank kemana-mana.

nokia_2-campaign-the_battery2

sumber gambar : https://www.nokia.com/id_id/phones/nokia-2

Nokia 2 hadir kembali alias Reborn. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi sebuah solusi dan memperkaya pilihan kita. Terutama memutus kegalauan kita disaat momen penting, tiba-tiba battery kita bermasalah. Hingga pada akhirnya harus menghentikan berbagai aktivitas penting. Sekarang, “Lakukan Lebih Banyak Hal dengan Nokia 2”

Jadi, selamat mencoba Nokia 2 ya! Dan merdekakan dirimu dari lemotnya battery.

____________________________

Sumber Referensi Nokia 2 :

https://www.nokia.com/id_id/phones/nokia-2

 

Sekarang Nge-blog itu Biasa, Maka dengan Nge-vlog Anda Memiliki Nilai Lebih

Sebagai seorang guru, saya dapat melihat dan membandingkan perubahan gaya pembelajaranku di zaman dulu dengan pembelajaran siswaku di zaman sekarang.

Salah satunya, jika dulu kami dengan mudah belajar dengan mengandalkan gaya auditori alias banyak mendengar penjelasan guru. Sekarang, siswa lebih tertarik dengan gaya visual. Itupun dengan video singkat yang dirancang dengan kekinian.

Bahkan kalau guru terlalu banyak menjelaskan, nampaknya siswa gampang merasakan kebosanan. Mereka terlihat mudah kehilangan konsentrasi dan sering gagal fokus.

Menariknya lagi, ketika siswa diajak membuat video tentang topik yang sedang dipelajari, malah tingkat antusiasnya pun lebih baik lagi. Bukan itu saja, kemampuan dan kreativitas mereka pun dapat semakin tereksplorasi.

20171208_104221

Siswaku yang sangat melek dengan blog dan vlog

Begitulah tantangan bagi kami guru yang berasal dari Generasi X. Mau tak mau kami harus selalu meng-upgrade diri. Mulai belajar membuat pembelajaran dengan video (vlog). Tapi bagi saya pribadi, belajar vlog bukan saja karena menghadapi siswaku, tapi posisiku sebagai blogger juga. Sebab seorang blogger yang mampu nge-vlog ternyata menjadi nilai lebih dan ada saja peluang dari keahlian tersebut.

Beruntungnya diriku. Ternyata ada saja kesempatan yang saya miliki untuk meng-upgrade diri dalam membuat video (vlog). Salah satu komunitas yang saya maksud adalah Indonesia Social Blogger (ISB).

Blogger Gathering Perdana CNI-ISB di 2018

Minggu (4/3/2018) merupakan blogger gathering CNI-ISB perdana di tahun ini. Kali ini blogger gathering CNI-ISB mengusung tema “Create Your Story With Smartphone”. Dalam hal tema, ini berhubungan dengan pembuatan vlog atau yang dikenal juga dengan kepanjangannya, video log.

20180304_133211

Ani Berta, Founder ISB, menginspirasi dan memotivasi para blogger untuk tetap upgrade diri.

Bagi saya pribadi, blogger gathering CNI-ISB ini, merupakan kali ketiganya saya ikuti. Tentu dengan topik yang berbeda. Menariknya, tidak pernah ada kata bosan mengikuti even CNI-ISB, sebab selalu menawarkan ilmu baru yang langsung dapat dipraktikkan bagi saya sebagai seorang blogger.

Adapun narasumber kali ini dibawakan langsung oleh Kang Dudi, atau lengkapnya Dudi Iskandar yang berprofesi sebagai seorang photographer dan vlogger.

20180304_133844

Kang Dudi, dengan tulus mengajarkan tentang ilmu nge-vlog

Setelah memperkenalkan diri, Dudi bertanya kepada peserta, mengapa pada smartphone kita perlu dimanfaatkan fitur video? Dengan gayanya yang cool menyampaikan bahwa sekarang ini banyak orang yang tertarik dan menyenangi video. Tapi perlu dibedakan antara video secara umum dengan video yang dibahas kali ini, vlog. Bedanya bahwa dalam vlog tersebut kekuatannya menampilkan ‘akunya’. Maksudnya dalam vlog, peran atau cerita kita harus tampil disana.

Dalam membuat sebuah blog, setidaknya ada empat kemampuan yang harus dimiliki seseorang yakni mampu mengoperasikan HP, mengedit, membuat naskah dan menyebarkannya.

Sementara untuk alat yang dibutuhkan seorang vlogger adalah smartphone, trippod, remote control, microphone, dan yang lainnya.

Berbicara tentang kualitas vlog, maka diharapkan vlog harus menampilkan gambar yang baik, tidak goyang. Selain itu, vlog harus memperdengarkan suara yang jelas.

Untuk mendapatkan gambar yang baik atau stabil alias tidak goyang, maka seorang vlogger sangat membutuhkan sebuah alat yang dikenal dengan trippod. Sementara itu, untuk memperoleh gambar, setidaknya ada dua teknik shooting yang perlu dipahami. Pertama, long short. Berikutnya, cut to cut. Longshort itu adalah teknik pengambilan gambar sambil berjalan. Cara ini memiliki kelemahan yakni gambar yang diambil cenderung goyang. Jadi yang menggunakan smartphone kurang disarankan untuk menggunakan teknik longshort. Kecuali si vlogger menggunakan alat seperti gimbal.

Sementara untuk teknik shooting kedua yakni cut to cut. Seorang vlogger shoot dari satu momen ke momen lain dengan melakukan ‘cut’. Dalam hal ini ada baiknya untuk setiap scene dibatasi antara 5-15 detik saja.

Berbicara tentang konten, maka sejak awal seorang vlogger harus membuat videonya semenarik mungkin, sehingga orang bisa bertahan lama untuk menyaksikan. Menurut survei, bahwa seseorang akan bertahan dengan konten vlog sekitar 8.25 detik sajaa. Setelah itu akan ditinggal oleh penontonnya.

Ngevlog dengan Aplikasi Legenda dan Power Direction

Perlu pembaca ketahui, bahwa blogger gathering CNI-ISB ini merupakan pembelajaran yang sangat aplikatif. Sebab porsi untuk prakteknya jauh lebih banyak daripada berteori. Atau bisa dibilang teori sekirar 30 menit saja. Sementara untuk prakteknya asa sekitar 90 menit.

Dari 30 peserta, ternyata semua antusias mengikuti sesi teori dan prakteknya. Bahkan para peserta dijamin sudah bisa membuat sebuah vlog yang menarik sesudah selesai proses workshopnya.

Sementara dalam workshop kali ini, Kang Dudi sebagai fasilitatornya memperkenalkan dan mengajarkan dua aplikasi yang sudah di install peserta terlebih dahulu, yaitu aplikasi legenda dan power direction.

Screenshot_2018-03-04-14-35-53

Contoh hasil nge-vlog dari penulis

Ternyata untuk mempelajari kedua aplikasi tersebut ternyata sangat mudah. Tinggal kita tekun saja untuk mengutak-atik dan mencoba aplikasi tersebut. Apalagi pada aplikasi tersebut tekah dilengkapi dengan tutorial. Memang dengan dapat bimbingan langsung dari pakarnya tentu jauh lebih praktis daripada kita belajar dari tutorialnya. Itulah sebenarnya keuntungan bisa terdaptar dari bagian komunitas ISB.

Berselancar seperti CNI

Memang zaman senantiasa berubah. Teknologi terus berkembang. Maka beradaptasi dan belajar adalah dua sikap bijak yang perlu kita lakukan untuk bisa berselancar dalam setiap perubahan. Layaknya CNI yang telah asik mengarungi gelombang perubahan tersebut.

CNI4

Sumber : CNI

CNI yang terkenal dengan produk-produk unggulannya, tidak akan mampu bertahan hingga pulugan tahun jika hanya mempertahankan sistem konvensionalnya. Tapi mengingat sekarang zamannya semakin canggih akibat kehadiran teknologi informasi yang semakin upgrade, maka CNI pun hadir dengan tampilan baru. Anda pun bisa berbisnis produk-produk CNI dengan teknologi terkini seperti memanfaatkan internet dan teknologi digital.

Begitu pula seorang blogger, harus tetap meng-upgrade diri seperti CNI tersebut, mengingat kompetisi sebagai blogger semakin ketat. Jadi ada baiknya sebagai seorang blogger tetap memiliki nilai tambah dibanding blogger lain. Misalnya dengan ngevlog.

Akhirnya, sudahkah Anda memiliki nilai tambah sebagai blogger?